
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan soal RUU perampasan Aset di Kantor Kementerian Hukum, Kamis (4/9/2025). (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset akan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Tapi, akan lebih baik dan cepat bila inisiatifnya datang dari DPR.
Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto sudah berulang kali menyampaikan komitmen tersebut sejak awal, bahkan sebelum adanya aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
“Pemerintah sekali lagi dari awal, Bapak Presiden sudah menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset itu akan menjadi prioritas. Yakin dan percaya bahwa Pak Presiden sudah mengeluarkan statement itu berkali-kali. Terakhir di hadapan para teman-teman buruh ya,” ujar Supratman, Kamis (4/9).
Menurut dia, proses pembahasan RUU tersebut saat ini masih menunggu pengesahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPR untuk menentukan apakah RUU tersebut akan diajukan sebagai usul inisiatif pemerintah atau DPR.
“Karena itu nanti kami akan bicara dengan pimpinan DPR apakah ini menjadi usul inisiatif pemerintah atau akan menjadi usul inisiatif DPR. Kalau menjadi usul inisiatif DPR, saya pastikan itu akan jauh lebih cepat. Karena itu berarti DPR nya sudah bisa,” jelasnya.
Supratman menambahkan, pemerintah terbuka dengan berbagai opsi percepatan. Namun, Supratman mengingatkan publik untuk tidak terus mendesak Presiden menerbitkan Perppu.
“Jangan seketika selalu memberikan beban perpu kepada Bapak Presiden ya. Kalau sepanjang itu bisa prosesnya dilakukan secara normal dan semua punya komitmen yang sama, itu akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah sudah menyiapkan draf RUU Perampasan Aset sejak lama. Menurut dia, jika DPR mengambil alih inisiatif pembahasan, proses legislasi akan lebih cepat.
“Yang jelas bahwa ini bukan sekedar hanya memenuhi tuntutan teman-teman demonstran kemarin. Tapi sudah dari awal itu komitmen pemerintah terutama Bapak Presiden Prabowo Subianto. Jadi itu sudah sebelum demo pun kita sudah mempersiapkan,” ujar Spratman.
“Draft yang lalu sudah ada. Cuman sekali lagi kami berpikir bahwa kalau DPR yang ambil alih, kemungkinannya akan jauh lebih cepat. Ini soal proses aja,” imbuh Supratman.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
