
Ratusan remaja dan pelajar diamankan di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, diduga hendak ikut aksi di DPR RI, Kamis (28/8) siang. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam rangkaian aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta. Diharapkan, peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan, pihaknya memberikan dukungan moral, empati, dan solidaritas penuh terhadap aksi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk masa depan bangsa. PGRI juga menyampaikan apresiasi atas pengangkatan isu dunia pendidikan, kualitas, perlindungan, dan kesejahteraan guru yang turut disuarakan dalam penyampaian aspirasi.
“Semoga pemerintah senantiasa memprioritaskan akses dan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan 20 persen anggaran pendidikan, hanya untuk pendidikan,” tuturnya di Jakarta, Rabu (3/9).
Dalam kesempatan tersebut, Unifah turut menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Affan Kurniawan, Andika Lutfi Falah (pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang), dan beberapa korban lainnya dalam peristiwa yang seharusnya dapat dicegah bersama-sama.
Oleh karenanya, kami mengajak seluruh anggota PGRI, seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan agar upaya penyampaian aspirasi dilakukan secara konstruktif.
Seluruh guru, pendidik, dan tenaga kependidikan juga diminta untuk menjaga persatuan, kesatuan, perdamaian, dan kondusivitas bangsa. Menurutnya, perjuangan akan lebih kuat apabila solidaritas ini dibangun dengan penuh tanggung jawab.
“Kami juga mengajak seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan agar menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkis,” ungkapnya.
Selain itu, PGRI mendorong dibukanya ruang dialog dalam memahami permasalahan bangsa. Sehingga, dapat segera diselesaikan.
“Mari bersama-sama kita terus berjuang dengan cara yang bermartabat demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.
Para guru, pendidik dan tenaga kependidikan juga diminta tetap fokus melaksanakan tugasnya dalam mengajar dan mendidik, serta melayani anak didik dengan penuh asah, asih, dan asuh di tengah kondisi yang terjadi. Ia turut berharap, para guru menghormati perbedaan yang mungkin terjadi di lapangan.
Terakhir, ia menghimbau para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk membuat narasi dan konten yang positif di media sosial. Sehingga, dapat menciptakan ketenangan di masyarakat. (mia)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
