Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 20.24 WIB

Kemenag Sebut Kuota Sertifikasi Guru Melonjak 700 Persen

Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag) - Image

Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) berupaya menuntaskan tanggungan sertifikasi guru dalam jabatan (daljab). Caranya dengan meningkatnya kuota sertifikasi. Tahun ini kuota sertifikasi atau pendidikan profesi guru (PPG) melonjak 700 persen dibanding 2024.

Data tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar di pembukaan PPG Batch 3 periode 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (3/9). Dia mengatakan tahun ini kuota PPG Kemenag berjumlah 206.411 orang. Naik signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 29.933 orang.

"Kemenag menyediakan anggaran Rp 165 miliar untuk PPG tahun ini," katanya. 

Dia menjelaskan lonjakan kuota PPG itu adalah capaian monumental. Ini membuktikan komitmen negara dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. “Ini bukan sekadar angka," tegasnya. Tetapi bukti keseriusan Kemenag dalam menghadirkan guru yang profesional, berintegritas, dan siap menjadi teladan generasi bangsa. 

Menurut Nasaruddin, pencapaian jumlah peserta PPG itu sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden terkait pembangunan SDM unggul. Serta sesuai dengan Asta Protas Kemenag untuk mewujudkan pendidikan ramah, unggul, dan terintegrasi.
"Guru adalah profesi mulia. Rasulullah SAW bersabda, Sungguh, aku hanya diutus sebagai muallim (pengajar),” ungkap Nasaruddin. Maka hadis itupun menegaskan pentingnya penghargaan negara terhadap peran guru. 

Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta itu juga berpesan kepada peserta PPG untuk menjadi guru yang suci. "Sebelum orang lain masuk surga, guru yang masuk surga lebih dulu," paparnya. Karena amal jariyah guru sangat besar. Sehingga profit atau pahala dari amal jariyah seorang guru akan terus mengalir. 

Nasaruddin juga meminta para peserta PPG harus bangga menjadi guru. "Jangan minder jadi guru," tuturnya. 

Dia menjelaskan profesi guru berbeda dengan pedagang. Karena pedagang orientasinya mencari keuntungan finansial. "Kalau mau ikut-ikutan cari uang, jangan jadi guru," jelasnya. Karena tugas guru adalah mencerdaskan peserta didik. 

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa guru itu bukan mubalig. Keberhasilan seorang guru bukan dilihat ketika muridnya tersedu-sedu atau terbahak-bahak saat pembelajaran. Tetapi keberhasilan guru adalah bagaimana dia bisa mengajarkan cara belajar kepada anak didiknya. "Kemudian guru yang berhasil itu adalah yang bisa menghidupkan lentera dalam hati siswanya," katanya. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan, PPG tahun dirancang fleksibel. Sehingga guru bisa menyesuaikan waktu belajar tanpa meninggalkan tugas mengajar. Pelaksanaan PPG fleksibel karena digelar berbasis Learning Management System (LMS). 

Sistem itu bisa diakses daring maupun luring, serta tetap mendapat bimbingan dari dosen LPTK/PTKIN. “Kami memastikan lulusan PPG tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang selaras dengan visi Kemenag, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta,” tandasnya. (wan) 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore