
Ditemui di Monas, Sopir ojol Arief, 50, (tengah) dan Riska Amelia, 29, menceritakan pengalamannya saat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sejumlah perwakilan driver ojek online (ojol) bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres pada Minggu (31/8). Akhirnya, kini terungkap apa saja yang dibahas dalam pertemuan sopir ojol dengan Gibran.
Salah satu perwakilan, Arief, 50, menegaskan dirinya telah menyampaikan aspirasi penting untuk para driver ojol. Salah satunya mengenai pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi sopir ojol.
"Saya meminta kepada pemerintah agar asuransi BPJS TK untuk ojol digratiskan se-Indonesia," ujar Arief saat ditemui di kawasan Monas, Selasa (2/9).
Menurut Arief, permintaan tersebut akan ditindaklanjuti pemerintah dengan menyampaikannya kepada kepala daerah masing-masing.
Selain Arief, Riska Amelia, 29, juga hadir sebagai perwakilan pengemudi ojol dari aplikasi Grab. Ia menuturkan bahwa pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu dimanfaatkannya untuk meminta agar pemerintah transparan dalam kasus meninggalnya Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025.
Diketahui, Affan merupakan pengemudi ojol yang tewas terlindas rantis Brimob.
"Yang pertama kami minta transparan soal kasusnya Affan Kurniawan. Jadi kami pengen transparan, polisi tuh ngusutnya kayak gimana," kata Riska.
Menurutnya, Gibran menjawab dengan tegas bahwa kasus tersebut akan ditangani secara terbuka.
"Pak Gibran juga bilang pasti transparan, dan semuanya juga nanti dilihatin di media," tambah Riska.
Riska juga menepis tudingan bahwa delapan orang yang diundang ke Istana Wapres bukanlah driver ojol asli.
Ia menegaskan dirinya telah menjadi mitra ojol sejak 2016 dan masih aktif hingga sekarang.
"Untuk yang enggak percaya kalau saya driver ojol, ayo kita ngopi bareng yuk. Jadi jangan ngeliat dari tampang muka doang, penampilan. Kita juga sebagai driver ojol juga harus jaga penampilan biar customer juga nyaman saat dibonceng," jelas Riska.
Pertemuan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Minggu (31/8), ramai jadi sorotan.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mempertanyakan alasan Wapres Gibran hanya berani mengundang sopir ojol secara personal.
Padahal, para asosiasi ojol telah memiliki sejumlah masukan untuk pemerintah yang selama ini tidak didengar. Ia menilai pertemuan itu tidak mencerminkan suara jutaan pengemudi ojol di Indonesia.
"7 juta pengemudi ojek online seluruh Indonesia itu tidak bisa diwakili oleh hanya perorangan. Atau orang per orang saja yang menghadap kepada pejabat tinggi negara. Nah, ini yang dikecewakan oleh rekan-rekan pengemudi ojek online seluruh Indonesia," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (2/9).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
