Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 16.59 WIB

Temui Pasukan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya, Kapolri: Haram Hukumnya Markas Jebol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui anak buahnya di Markas Komando Satbrimob Polda Metro Jaya pada Senin (1/9). (Polri) - Image

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui anak buahnya di Markas Komando Satbrimob Polda Metro Jaya pada Senin (1/9). (Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui pasukannya di lapangan. Termasuk personel Brimob di Markas Komando Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin (1/9). Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit menegaskan bahwa seluruh pasukan Satbrimob Polda Metro Jaya harus tetap mempertahankan markas. 

Hal itu ditegaskan oleh Jenderal Sigit karena Markas Komando Satbrimob Polda Metro Jaya menjadi salah satu sasaran massa yang beraksi sejak 28-31 Agustus lalu. Massa yang marah melempari, merusak, dan berusaha masuk ke dalam markas polisi di jantung Jakarta tersebut. Karena itu, kapolri meminta agar seluruh jajarannya bertindak tegas dan terukur bila ada perusuh yang merusak.

”Pertahankan markas kalian dengan sebaik-baiknya. Haram hukumnya markas sampai jebol,” tegasnya. 

Kepada seluruh jajarannya, Jenderal Sigit meminta Brimob tetap siaga menjaga markas komando. Dia pun menekankan, penggunaan kekuatan harus sesuai aturan yang berlaku, mulai dari ucapan verbal, penggunaan tongkat, gas air mata, peluru karet, hingga peluru tajam, bila situasi darurat mengancam keselamatan personel dan markas.

Dengan tegas, Jenderal Sigit menyatakan bahwa Polri sangat menghormati kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998. Namun, dia menegaskan, aksi yang berujung pada pembakaran, penjarahan, dan penyerangan terhadap aparat bukanlah bentuk penyampaian pendapat.

”Yang terjadi kemarin bukan menyampaikan pendapat, karena tidak ada orasi, mereka datang langsung menyerang, membakar, menjarah. Saya anggap itu pelanggaran pidana, karena telah membakar, menjarah hingga menyebabkan beberapa orang terluka,” kata dia.

Atas kerja keras anak buahnya dalam melaksanakan tugas dan menjaga markas, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasi. Khususnya kepada anggota Brimob Polri yang beberapa hari terakhir terus menjaga markas dan menghadapi berbagai aksi kerusuhan. Dia menegaskan bahwa Brimob telah menunjukkan kesigapan meskipun dalam kondisi yang terbatas.

”Saya ucapkan terima kasih, dalam waktu empat hari tetap berjuang mempertahankan markas, meskipun menghadapi berbagai macam aksi rusuh. Saya bangga rekan-rekan bisa mempertahankan markas kebanggaan ini,” kata dia.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu pun berpesan agar personel Brimob bisa membedakan pengunjuk rasa yang sah dengan perusuh. Hak-hak pengunjuk rasa tetap dijamin, tetapi terhadap perusuh, dia menyatakan bahwa tidak ada toleransi.

”Jadi jangan ragu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih, terus semangat, Brigade! Salam untuk keluarga,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore