Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 05.33 WIB

Pernyataan Ojol yang Bertemu Wapres Gibran Tuai Sorotan, Kata "Eskalasi" hingga "Taruna" Dipertanyakan, Dianggap Settingan

Usai bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ojol Rahman menyinggung eskalasi demonstrasi yang belakangan ini terjadi di Jakarta hingga berujung kerusuhan. (Setwapres) - Image

Usai bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ojol Rahman menyinggung eskalasi demonstrasi yang belakangan ini terjadi di Jakarta hingga berujung kerusuhan. (Setwapres)

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan para mitra atau pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform di Istana Wapres, Jakarta, Minggu (31/8). Namun, pertemuan itu menuai sorotan publik, terkait pernyataan salah satu pengemudi ojol, Rahman Thohir dari Komunitas Drive Online Indonesia.

Pertemuan Gibran dengan para mitra ojol diunggah dalam sebuah tayangan video dalam akun media sosial Instagram @setwapres.ri. Dalam unggahan itu, Rahman menjadi perwakilan ojol yang berbicara dalam video tersebut.

Rahman menyinggung eskalasi demonstrasi yang belakangan ini terjadi di Jakarta hingga berujung kerusuhan.

"Keadaan hari ini, karena terus terang dengan beberapa hari ini kami teman-teman ojek online terganggu dalam mata pencarian jumlah penumpang menurun, rasa was-was dalam narik gitu kan, karena mengingat beberapa daerah eskalasi makin meningkat," kata Rahman dalam pernyataannya.

Ia pun mengaku sudag memberikan edukasi kepada para rekannya untuk berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di media sosial.

"Kami juga sudah memberikan edukasi kepada para taruna di wilayah masing-masing untuk tidak ikut serta atau terpancing isu-isu provokatif mengenai unjuk rasa atau demo yang kemarin," ucapnya.

Ia menyadari, unjuk rasa memang diatur dalam Undang-Undang. Namun, ia berharap demonstrasi yang dilakukan tidak berujung anarkis, apalagi merusak fasilitas umum hingga melakukan penjarahan.

"Itu memang tidak kami inginkan," tegasnya.

Unggahan itu tidak dipungkiri diserbu netizen. Mereka mempertanyakan diksi yang digunakan Rahman soal eskalasi dan julukan taruna kepada para pengemudi ojol.

Berdasarkan penelusuran, diksi taruna identik dengan akademi atau sekolah kedinasan, seperti akademi militer, kepolisian atau instansi pemerintah lainnya.

"Eskalasi" "taruna" ?? Are you kidding me right now???," komentar akun @anda_yoseph.

Banyak dari netizen tidak percaya bahwa mereka merupakan ojol. "Pencitraan terosss, kalian pikir kami ini Bodoh apa? mitra Driver tidak ada yang seperti mereka2," tulis akun @andipradana90.

Bahkan, netizen lainnya memojokkan Gibran bahwa video itu sengaja dibuat-buat. "Terlihat di menit 1.05 "TARUNA DI WILAYAH MASING2". Gibran udah mirip bapaknya, tukang settingan," komentar akun @sigit_supriyatna.

Bertemu Ojol Glowing

Pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan pengemudi ojek online alias driver ojol di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Minggu (31/8/2025), mendadak menuai kontroversi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore