
Massa aksi demonstrasi saat mengerumuni mobil polisi yang melintas di depan Polda DIY Jumat (29/8) petang. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)
JawaPos.com-Ayah dari Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta yang meninggal dunia usai mengikuti demonstrasi di Polda DIJ, mengungkap kondisi mengenaskan putranya. Menurut Yoyon Surono, leher Rheza patah, perutnya penuh bekas injakan sepatu, kepala bocor, serta tubuh dipenuhi sayatan dan luka lecet.
Yoyon bercerita, awalnya ia mendapat informasi dari tetangga yang menunjukkan foto KTP anaknya dan memberi tahu bahwa Rheza berada di RSUP Dr. Sardjito setelah terkena gas air mata. Namun saat dirinya tiba di rumah sakit, putranya sudah terbujur kaku. “Yang nganter katanya dari unit kesehatan Polda. Rombongan lain enggak ada,” ujarnya.
Kondisi jenazah, kata Yoyon, jauh dari wajar. Ia menyebut wajah Rheza sudah menghitam, rambut berantakan, dan banyak luka di sekujur tubuhnya. “Ketika dimandiin lalu dikucir, lehernya harus dikreg, dibenahin,” tambahnya.
Pihak RSUP Dr. Sardjito, lanjut Yoyon, menyampaikan bahwa Rheza meninggal sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan keluarga, tubuhnya sudah tanpa pakaian. Meski mendapati banyak kejanggalan, keluarga menyatakan menolak dilakukan otopsi. “Kami sudah pasrah. Tidak akan membuat laporan apa pun,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta bernama Rheza Sendy Pratama, 20, Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti aksi demonstrasi besar-besaran di Jogjakarta pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Forum BEM se-DIJ menyebutkan, Rheza meninggal akibat dikeroyok polisi setelah terjatuh ketika aparat menembakkan gas air mata. Dalam keterangannya, Forum BEM DIJ menuliskan bahwa Rheza saat itu tengah mengendarai motor bersama seorang rekannya. Ketika situasi ricuh, motornya mati saat hendak berbalik arah.
Gas air mata yang ditembakkan membuat Rheza terjatuh, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri. “Namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong,” tulis akun @forumbemsediy.
Unggahan duka juga datang dari pihak kampus.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap keluarga besar Universitas Amikom Yogyakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Rheza Sendy Pratama. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis pihak universitas melalui keterangan resmi.
Forum BEM DIJ menegaskan kematian ini bukan sekadar kehilangan seorang mahasiswa, tetapi juga menjadi peringatan keras atas tindakan represif aparat. ''Kematian ini bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga cambuk bagi kita semua. Seorang mahasiswa, seorang anak bangsa, tumbang bukan karena penyakit atau musibah biasa, melainkan dalam ruang perjuangan yang seharusnya dijaga kehormatannya,” tegas mereka. (*)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
