
Serunya kampanye “Judi Pasti Rugi” di beberapa kota di Indonesia. (Media Judi Pasti Rugi)
JawaPos.com — Kampanye nasional "Judi Pasti Rugi" (JPR) kembali hadir di Kota Madiun, Jawa Timur. Program kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama GoTo ini membawa pesan penting tentang bahaya judi online yang semakin meresahkan masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun, Bagus Wiyono, menegaskan judi online telah menjadi ancaman serius di ruang digital Indonesia.
"Kampanye JPR ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judol yang harus dihindari, termasuk oleh warga Kota Madiun," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun Bagus Wiyono dalam keterangan di Madiun, 23 Agustus 2025.
Menurut dia, praktik ilegal ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan ekonomi keluarga dan merusak masa depan generasi muda.
"Melalui kampanye PJR di Kota Madiun kali ini, warga setempat diajak untuk memerangi judol," katanya.
Bagus menjelaskan, sistem dalam judi online sudah diatur untuk menjerat pemain. Tidak ada unsur keuntungan, melainkan jebakan yang membuat korban kecanduan dan terus mengalami kerugian.
Melalui kampanye JPR di Madiun, masyarakat diajak bersama-sama memerangi judi online.
Pesan disampaikan secara ringan namun penuh makna, mulai dari simulasi jackpot hingga permainan edukatif “teriakan menolak judi” yang memberi ruang bagi warga untuk menyuarakan keresahan.
Sejak diluncurkan pada pertengahan Mei 2025, kampanye nasional JPR menargetkan 30 kota besar di Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini dimulai dari Banda Aceh hingga akan berakhir di Surabaya dengan menyasar ribuan masyarakat secara langsung.
GoTo melalui unit bisnis GoPay mengerahkan van edukasi khusus yang berkeliling ke berbagai daerah. Armada ini menjadi sarana menyampaikan pesan tentang bahaya judi online serta cara masyarakat menghindarinya.
Fenomena judi online sendiri semakin marak dengan pola psikologis yang menjerat para pemain. Ilusi “coba sekali lagi pasti menang” menjadi umpan yang memikat banyak orang untuk terus terjerumus.
Bagi sebagian orang yang mengalami tekanan hidup, judi online tampak seperti jalan pintas keluar dari kesulitan. Padahal, algoritma permainan ini memang dirancang untuk membuat pemain terus rugi dan terjebak dalam lingkaran candu.
GoPay pun menegaskan komitmennya untuk menjaga ekosistem keuangan digital tetap sehat dan aman. Melalui kampanye JPR, masyarakat diingatkan perjudian online hanya akan membawa kerugian, baik secara finansial maupun mental.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
