Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 01.02 WIB

Sejarah Bom Molotov: Dari Senjata Rakyat hingga Simbol Keberanian Melawan Penindasan

Sejarah Bom Molotov, senjata rakyat sekaligus simbol melawan penindasan (Ilustrasi/JawaPos.com) - Image

Sejarah Bom Molotov, senjata rakyat sekaligus simbol melawan penindasan (Ilustrasi/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bom Molotov atau Molotov cocktail adalah salah satu senjata improvisasi paling terkenal di dunia. Dibuat dari botol kaca berisi cairan mudah terbakar, seperti bensin, dengan sumbu sederhana yang menyala ketika dilempar.

Melansir National Geographic, Minggu (31/8),bom Molotov adalah senjata yang menjadi pilihan rakyat biasa, pemberontak, atau kelompok lemah untuk melawan kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Bom Molotov pertama kali tercatat digunakan dalam Perang Saudara Spanyol (1936–1939). Pasukan Nasionalis pimpinan Francisco Franco memakainya untuk menyerang tank Soviet yang mendukung kubu Republik. Perangkat sederhana ini terbukti ampuh melumpuhkan kendaraan lapis baja.

Asal-usul Nama yang Mengundang Sindiran

Istilah 'Molotov cocktail' lahir dari ironi sejarah. Pada Perang Musim Dingin (1939–1940), Menteri Luar Negeri Soviet, Vyacheslav Molotov, membela serangan udara ke Finlandia dengan menyebutnya sebagai "bantuan makanan" bagi rakyat yang kelaparan.

Finlandia menanggapi sinis dengan menamai bom buatan mereka 'cocktail Molotov', seolah-olah minuman pendamping "keranjang roti Molotov" yang diklaim Soviet sebagai bantuan kemanusiaan.

Peran Penting dalam Perang Dunia II

Memasuki Perang Dunia II, bom Molotov digunakan secara massal sebagai pertahanan sipil di Inggris, terutama saat ancaman invasi Jerman. Pasukan Home Guard bahkan dilatih untuk membuat dan melemparkan bom ini. Dalam kondisi darurat, jutaan Molotov cocktail diproduksi sebagai perlindungan anti-tank sederhana.

Simbol Perlawanan Global

Seiring berjalannya waktu, Molotov cocktail tak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga menjelma menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap penindasan. Senjata ini hadir di berbagai momentum sejarah dunia:

- Revolusi Hungaria 1956 melawan dominasi Soviet,

- Prague Spring 1968,

- EuroMaidan Ukraina 2014,

- hingga berbagai demonstrasi dan konflik modern di Asia maupun Amerika.

Bom Molotov melambangkan kreativitas rakyat dalam keterbatasan sekaligus menjadi simbol keberanian untuk menghadapi kekuatan yang tampak mustahil dikalahkan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore