
Sejarah Bom Molotov, senjata rakyat sekaligus simbol melawan penindasan (Ilustrasi/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bom Molotov atau Molotov cocktail adalah salah satu senjata improvisasi paling terkenal di dunia. Dibuat dari botol kaca berisi cairan mudah terbakar, seperti bensin, dengan sumbu sederhana yang menyala ketika dilempar.
Melansir National Geographic, Minggu (31/8),bom Molotov adalah senjata yang menjadi pilihan rakyat biasa, pemberontak, atau kelompok lemah untuk melawan kekuatan militer yang jauh lebih besar.
Bom Molotov pertama kali tercatat digunakan dalam Perang Saudara Spanyol (1936–1939). Pasukan Nasionalis pimpinan Francisco Franco memakainya untuk menyerang tank Soviet yang mendukung kubu Republik. Perangkat sederhana ini terbukti ampuh melumpuhkan kendaraan lapis baja.
Asal-usul Nama yang Mengundang Sindiran
Istilah 'Molotov cocktail' lahir dari ironi sejarah. Pada Perang Musim Dingin (1939–1940), Menteri Luar Negeri Soviet, Vyacheslav Molotov, membela serangan udara ke Finlandia dengan menyebutnya sebagai "bantuan makanan" bagi rakyat yang kelaparan.
Finlandia menanggapi sinis dengan menamai bom buatan mereka 'cocktail Molotov', seolah-olah minuman pendamping "keranjang roti Molotov" yang diklaim Soviet sebagai bantuan kemanusiaan.
Peran Penting dalam Perang Dunia II
Memasuki Perang Dunia II, bom Molotov digunakan secara massal sebagai pertahanan sipil di Inggris, terutama saat ancaman invasi Jerman. Pasukan Home Guard bahkan dilatih untuk membuat dan melemparkan bom ini. Dalam kondisi darurat, jutaan Molotov cocktail diproduksi sebagai perlindungan anti-tank sederhana.
Simbol Perlawanan Global
Seiring berjalannya waktu, Molotov cocktail tak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga menjelma menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap penindasan. Senjata ini hadir di berbagai momentum sejarah dunia:
- Revolusi Hungaria 1956 melawan dominasi Soviet,
- Prague Spring 1968,
- EuroMaidan Ukraina 2014,
- hingga berbagai demonstrasi dan konflik modern di Asia maupun Amerika.
Bom Molotov melambangkan kreativitas rakyat dalam keterbatasan sekaligus menjadi simbol keberanian untuk menghadapi kekuatan yang tampak mustahil dikalahkan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
