Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 00.21 WIB

Polri dan TNI Gelar Patroli Berskala Besar di Jakarta Pasca unjuk Rasa, Pastikan Kondisi Sudah Aman, Warga Tak Perlu Khawatir

Kondisi kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berlokasi di Jalan Mandar X, Bintaro Sektor 3A, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Minggu (31/8). (Muhtamimah/Jawa Pos) - Image

Kondisi kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berlokasi di Jalan Mandar X, Bintaro Sektor 3A, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Minggu (31/8). (Muhtamimah/Jawa Pos)

JawaPos.com – Polisi bersama TNI menggelar patroli skala besar di sejumlah wilayah Jakarta mulai Minggu (31/8) sore. Patroli ini dilakukan untuk memastikan situasi Ibu Kota tetap aman pascademonstrasi beberapa hari terakhir.

“Rekan-rekan baru saja melihat tadi kegiatan start pelaksanaan patroli skala besar yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, dipimpin langsung oleh Bapak Karo Ops Polda Metro Jaya,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi di kawasan Monas Selatan, Minggu (31/8).

Ade Ary menegaskan bahwa hingga sore ini kondisi Jakarta sudah aman dan terkendali.

“Sebelumnya kami laporkan bahwa situasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya sampai dengan sore hari ini aman terkendali, rekan-rekan. Aktivitas masyarakat berjalan normal,” ucapnya.

Patroli skala besar ini melibatkan 324 personel gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Selain itu, 13 Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya juga menggelar kegiatan serupa bersama jajaran TNI dan Pemprov DKI Jakarta.

“Polda Metro Jaya beserta jajaran tidak bekerja sendiri. Kami senantiasa bekerja sama dan didukung stakeholder, antara lain Kodam Jaya, Pemprov DKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Semuanya berkomitmen menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” tutur Ade Ary.

Ia menerangkan, personel patroli dibagi dalam tiga kelompok dengan rute berbeda. Kelompok pertama menyisir wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Kelompok kedua bergerak ke Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Sementara kelompok ketiga patroli di Jakarta Selatan dan Depok.

Ade Ary juga menegaskan bahwa setiap tindakan aparat tetap berpedoman pada SOP, mulai dari imbauan, edukasi, persuasif, hingga peningkatan kehadiran kepolisian.

“Komitmen tegas akan diambil apabila ditemukan tindakan anarkistis dari pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tindakan terukur sesuai SOP. Namun tentu kami tidak berharap hal itu terjadi,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga keamanan, dan ikut mencegah agar sitausi tak lagi memanas.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah berkomitmen mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif. Mari bersama-sama menjaga ketertiban, dan jika ada potensi gangguan keamanan segera laporkan melalui Babinkamtibmas, Polsek, Polres, atau call center 110,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi berumah menjadi tindakan anarkistis usai tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan usai dilindas mobil rantis Brimob. Selain kerusuhan, sejumlah rumah pejabat DPR dan pemerintah juga dijarah. 

Penjarahan terhadap rumah mantan Wakil Ketua Komisi III DPR Sahroni, pada Sabtu sore (30/8), terjadi setelah gelombang massa aksi yang terjadi secara terus menerus sejak Senin (25/8).

Hal itu dipicu dari pernyataan Sahroni yang viral, terkait lontaran kata "Yang ingin bubarkan DPR orang paling tolol sedunia".

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore