Action figure Iron Man menjadi salah satu barang yang dijarah dari rumah Ahmad Sahroni. (Istimewa)
JawaPos.com-Aksi massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/8), berakhir ricuh setelah rumah anggota Komisi III DPR RI dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, digeruduk ratusan orang.
Baca Juga: Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni masih Berlangsung, Tas Mewah Hingga Jam Tangan Digondol Massa
Amarah warga pecah sekitar pukul 15.00 WIB, saat iring-iringan sepeda motor memenuhi gang sempit menuju kediaman pria yang kerap dijuluki 'Crazy Rich Tanjung Priok' itu.
Awalnya, massa hanya berorasi di depan rumah Sahroni. Namun situasi cepat berubah menjadi anarkis. Dalam video yang tersebar luas di media sosial, tampak sebuah mobil mewah Lexus di garasi rumah Sahroni dirusak.
Sejumlah perabot hancur, bahkan koleksi action figure Marvel yang selama ini kerap dipamerkan Sahroni ikut jadi sasaran amuk. Action figure Iron Man dan Spiderman yang nilainya tak murah kini lenyap, ditenteng warga yang menjarahnya.
Tak berhenti di situ, kerumunan juga menjarah barang-barang mewah lain. Di linimasa X (Twitter), warganet membagikan foto-foto tas branded, jam tangan Richard Mille, koleksi valuta asing ribuan dolar, hingga TV layar besar yang konon ikut dibawa pulang warga sebagai "oleh-oleh" setelah mampir ke rumah Ahmad Sahroni.
Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ahmad Sahroni kemana? Jelas tak berada di rumah, kabur ke luar negeri.
Kericuhan ini dipicu ucapan kontroversial Sahroni yang beberapa hari sebelumnya menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”.
Pernyataan itu sontak menyulut kemarahan publik, terutama di tengah gelombang demonstrasi besar yang menuntut transparansi dan akuntabilitas wakil rakyat.
Fenomena ini semakin menyoroti jurang antara gaya hidup pejabat yang bergelimang harta dan realitas rakyat kecil yang kian terhimpit ekonomi. Koleksi mobil mewah, jam tangan miliaran, hingga action figure langka yang dipajang di rumah seorang pejabat publik kini menjadi simbol ketidakpekaan penguasa terhadap penderitaan rakyat.
“Yang digeruduk bukan cuma rumah, tapi juga simbol kesenjangan. Rakyat lapar, wakil rakyat pamer jam miliaran,” komentar seorang netizen.
Sementara yang lain menyindir, “DPR marah dibilang bubar, tapi rakyat tiap hari marah lihat pajangan kemewahan mereka.”
Peristiwa ini menambah daftar panjang kemarahan publik terhadap pejabat yang dinilai lebih sibuk mempertontonkan kekayaan ketimbang memperjuangkan nasib rakyat. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
