Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 21.10 WIB

Said Didu Sebut Dominasi Ojol dan Anak Muda di Aksi Demo Tanda Rakyat Semakin Frustasi

M. Yasin, Abraham Samad, Said Didu, Roy Suryo usai menemui Pimpinan KPK. (Muhamad Ali/Jawa Pos) - Image

M. Yasin, Abraham Samad, Said Didu, Roy Suryo usai menemui Pimpinan KPK. (Muhamad Ali/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengamat politik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menilai maraknya aksi demonstrasi belakangan ini, yang banyak digerakkan oleh pengemudi ojek online (ojol) dan anak muda, adalah simbol dari frustrasi rakyat yang semakin dalam.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan masyarakat telah kehilangan harapan terhadap perbaikan kebijakan pemerintah, sekaligus muak dengan perilaku para pejabat yang dianggap jauh dari realitas rakyat kecil.

Demo yang terjadi akhir-akhir ini didominasi oleh ojek online dan anak muda. Ini adalah simbol rakyat sudah frustrasi, tidak ada harapan perbaikan dari kebijakan Presiden dan sudah muak melihat kelakuan pejabat,” tulis Said Didu melalui akun X (sebelumnya Twitter), Kamis, 28 Agustus 2025.

Pernyataan tersebut ia sampaikan bertepatan dengan demonstrasi besar yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Ribuan massa turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban DPR atas kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. 

Meski awalnya berjalan damai, aksi itu berujung ricuh dan memicu bentrokan dengan aparat. Akibatnya, lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta lumpuh.

Lebih jauh, Said Didu mengingatkan bahwa kondisi ini berbahaya bagi pemerintah yang dinilainya lebih sibuk membuat analisis konspirasi ketimbang mendengarkan aspirasi rakyat.

Ia juga menekankan bahwa ojol menjadi kelompok yang paling terdampak dan paling sering menyaksikan langsung kesenjangan sosial di lapangan.

“Kenapa yang banyak turun demo adalah ojol?

1. Merekalah yang setiap detik menghadapi tantangan hidup yang sangat berat dari kebijakan pemerintah di tengah-tengah kemewahan pejabat.

2. Mereka punya kendaraan ke tempat demo.

Jangan lagi ada yang bikin isu bahwa ojol ditunggangi,” tegasnya.

Said Didu menilai fenomena ini bukan sekadar protes ekonomi, melainkan sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap integritas pejabat negara semakin terkikis. 

Ketika kelompok-kelompok yang sebelumnya jarang turun ke jalan, seperti ojol, kini menjadi motor utama aksi massa, itu berarti ada ketidakpuasan mendalam yang tak bisa lagi diabaikan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore