
Kereta Cepat Whoosh di Depo KCIC Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Senin (29/7/2024). tak semua warga mendukung perpanjangan rute kereta cepat menjadi Jakarta-Surabaya. (dok. Jawa Pos/Miftahul Hayat)
JawaPos.com - Wacana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya terus bergulir. Namun, tidak semua pengguna kereta api mendukung rencana ini.
Proyek yang diklaim bisa memangkas perjalanan kereta dari Jakarta ke Surabaya menjadi 3 jam ini terlihat cukup menggiurkan.
Bagaimana tidak, saat ini, mengutip laman KAI Acces, kereta api tercepat rute Jakarta-Surabaya dipegang oleh KA Argo Bromo Anggrek dan KA Argo Bromo Compartment, dengan waktu tempuh 7 jam 45 menit.
Sementara perjalanan kereta api terlama masih dipegang oleh KA Airlangga. Kereta api sejuta umat ini terkenal murah dengan harga tiket Rp 104 Ribu. Hanya saja, penumpang kudu lebih bersabar dengan perjalanan 12 jam 38 menit dari Jakarta ke Surabaya.
Lantas bagaimana tanggapan masyarakat terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya? Apakah mereka setuju atau justru menolak? Sejauh mana urgensinya?
Mikael Gervacio, warga Wonocolo, Surabaya menyambut positif rencana perpanjangan kereta cepat ke Surabaya. Bekerja di bidang industri kreatif membuat Mikael kerap mondar-mandir ke luar Surabaya, termasuk ke Bandung dengan kereta cepat (Whoosh).
"Cukup sering, sekitar 7 kali naik Whoosh rute Jakarta-Bandung dan Bandung-Jakarta. Terakhir naik Whoosh bulan lalu. Karena menurut saya lebih praktis," ujar Mikael kepada JawaPos.com, Kamis (28/8).
Ia merasa cukup terbantu dengan Whoosh. Dalam waktu kurang dari satu jam (47-54 menit), Mikael bisa ke Bandung tanpa terjebak kemacetan di tol dan pusat kota Bandung. Cukup duduk anteng dan sampai di Stasiun Tegalluar Summarecon.
"Kalau nyetir mobil, selain rawan kejebak macet juga butuh konsentrasi tinggi. Meskipun lewat tol, menurut saya lebih praktis Whoosh. Lebih efisien waktu jika ada keperluan mendadak di Bandung," tambah pria berusia 27 tahun itu.
Ia berharap apabila proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya terealisasi, pemerintah bisa mempertimbangkan harga tiket yang bersaing sehingga bisa diminati masyarakat. Secara khusus, Mikael ingin harga tiket Whoosh di bawah harga tiket Pesawat.
"Saya jujur tidak masalah dengan harga Whoosh yang setara kereta eksekutif, asal harganya tidak lebih mahal dari pesawat, supaya bisa dijadikan alternatif. Jadi harus ada kesan efisien, waktu yang dipangkas," seru Mikael.
Senada, Lisawati, warga Tambaksari, Surabaya, juga menyampaikan kesan positif terhadap kereta cepat. Meski tidak sesering Mikael, ia merasa senang bisa menikmati perjalanan kereta dengan fasilitas modern dan bersih.
"Kalau saya baru dua kali naik Whoosh, Jakarta-Bandung PP. Saat itu mau ke event pameran perhiasan. Saya pilih naik Whoosh karena efisien waktu, sih, terhindar dari macet," tutur Lisa kepada JawaPos.com, Kamis (28/8).
Perempuan berusia 30 tahun ini tidak begitu memusingkan harga tiket Whoosh yang "mahal" bagi sebagian orang. Bagi Lisa, yang penting bisa cepat, serta kualitas pelayanan dan fasilitasnya juga bagus.
"Ya kalau bisa lebih murah itu lebih bagus. Saya berharapnya kalau benar-benar jadi (Kereta Cepat Jakarta-Surabaya), kualitas pelayanan dan fasilitas penumpang ditingkatkan, sehingga bisa dilirik orang-orang," imbuhnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
