
AM Hendropriyono mantan BIN. (Sumber foto: akun instagram @amhendropriyono)
JawaPos.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, angkat bicara mengenai kericuhan yang terjadi di depan Gedung DPR RI. Ia menduga, aksi unjuk rasa yang berujung bentrok tersebut tidak murni gerakan rakyat, melainkan ada campur tangan pihak asing yang ikut bermain di balik layar.
"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian, saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua, dan ini ada yang main, pada waktunya saya sampaikan namanya yang main," kata Hendropriyono usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/8).
Menurutnya, pihak yang bermain berasal dari luar negeri. Ia menegaskan, aktor asing itu hanya menggerakkan kaki tangan yang ada di dalam negeri.
Bahkan, kata Hendropriyono, sebagian besar pihak di dalam negeri tidak menyadari mereka sedang diperalat untuk kepentingan asing.
"Itu dari sana, dari luar. Orangnya dari luar, hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," ujarnya.
Hendropriyono menambahkan, pola kebijakan yang muncul dalam berbagai tuntutan aksi di Tanah Air kerap sejalan dengan kepentingan pihak asing. Menurutnya, langkah-langkah yang terjadi di dalam negeri seperti sudah terskenario dan selalu cocok dengan agenda kelompok kapitalis global.
"Kebijakan itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state tapi isinya George Soros, George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis gitu," ungkapnya.
Ia menegaskan, tujuan dari campur tangan asing tersebut tidak pernah berubah sejak dulu, yakni menjajah bangsa lain. Namun, cara yang digunakan kini berbeda, bukan lagi melalui perang senjata, melainkan lewat instrumen ekonomi, politik, dan manipulasi gerakan sosial.
"Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom, kalau kita masih diam saja ya habis kita," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa berujung ricuh terjadi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8) dan Kamis (28/8). Aksi itu membawa beragam tuntutan, dari protes terhadap kenaikan tunjangan DPR RI hingga desakan untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
