Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 13.42 WIB

Kementerian Lingkungan Hidup: Pantai Bali Kembali Diserbu Sampah Plastik

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan kepada wartawan setelah rapat soal penanganan sampah plastik di Jakarta (21/8). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan kepada wartawan setelah rapat soal penanganan sampah plastik di Jakarta (21/8). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Wisatawan di Pulau Bali siap-siap mendapati pemandangan yang tidak mengenakkan. Yaitu pantai yang dipenuhi sampah dari laut. Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) menerima laporan bahwa sampah kembali menyerbu sejumlah pantai di Bali. 

Keterangan tersebut disampaikan langsung Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat memimpin rapat National Plastic Action Partnership (NPAP) di Jakarta (21/8). Forum itu sendiri membahas penanganan sampah plastik, termasuk yang di lautan.

"Saya terima informasi tadi malam, sampah laut datang kembali di Bali. Memasuki pesisir laut," kata dia. 

Hanif mengatakan pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat komitmen akan menangani sampah tersebut. Dia juga mengatakan dalam waktu dekat akan menggelar rapat khusus mengenai sampah laut yang kembali mengotori pantai di Bali

Selain itu Hanif mengatakan pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan sampah laut tersebut. "Jadi segera kita tangani," tegasnya. 

Hanif menuturkan penyebab munculnya sampah laut itu bisa dari banyak faktor. Misalnya tidak beroperasinya tempat pembuangan akhir (TPA) di Bali. Seperti diketahui per 1 Agustus ini TPA Sarbagita atau dikenal TPA Suwung hanya menerima sampah residu saja. Kemudian pada akhir 2025 nanti, dikabarkan akan tutup permanen. 

Hanif mencontohkan kasus yang terjadi di Sungai Ciliwung. "Sungai Ciliwung ini melintasi empat kabupaten dan kota. Sampahnya sekitar 3.000 ton per hari," katanya.

Di sisi lain TPA yang menampung sampah dari empat kabupaten itu tidak berjalan optimal dan sesuai aturan. Akibatnya sampah masuk ke sungai dan terbawa sampai ke laut. Kondisi serupa kemungkinan juga terjadi di Bali. 

Dalam kesempatan itu Hanif juga menyampaikan keberadaan NPAP. Dia menjelaskan lembaga ini merupakan kolaborasi negara dan organisasi lainnya yang bergerak di sektor penanganan sampah plastik.

Dia menegaskan penanganan sampah plastik tidak hanya bisa dilakukan satu negara saja. Tetapi harus kolaborasi banyak negara. Saat ini Indonesia sedang menggalang kerjasama kawasan untuk penanganan sampah plastik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore