Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 23.27 WIB

BMKG Ungkap Aktivitas Kegempaan Sesar Lembang Alami Peningkatan Sejak Juli 2025, Waspadai Potensi Gempa Besar

Panorama indahnya kawasan lembang yang di potret dari puncak Gunung Batu, Lembang, Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan Pemetaan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Sesar Lembang yang panjangnya sekitar 30 km ini memili - Image

Panorama indahnya kawasan lembang yang di potret dari puncak Gunung Batu, Lembang, Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan Pemetaan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Sesar Lembang yang panjangnya sekitar 30 km ini memili

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejak akhir Juli 2025 terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan di jalur sesar Lembang, khususnya di Segmen Cimeta yang berada di bagian barat.

Catatan itu seiring dengan gempa tektonik yang kembali mengguncang Bandung Barat akibat aktivitas Sesar Lembang pada Kamis (14/8) lalu.

Gempa terbaru terjadi pada Kamis, 14 Agustus 2025 pukul 16.13 WIB dengan magnitudo 1,8. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 6,81 LS dan 107,53 BT dengan kedalaman 19 kilometer.

Getaran dirasakan warga di Pasirlangu dan Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, dengan intensitas II–III MMI.

Masyarakat melaporkan getaran cukup jelas, benda-benda gantung berayun, hingga sensasi seperti ada truk besar melintas.

"Sejak 24 Juli 2025, Sesar Lembang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Catatan kami menunjukkan gempa M 1,8 pada 24 Juli, M 2,1 pada 28 Juli, M 1,9 pada 14 Agustus, dan kembali M 1,8 pada 15 Agustus," ujar Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dikutip Selasa (19/8).

Meski gempa kali ini tidak menimbulkan kerusakan, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi gempa ke depan. 

Sejarah mencatat, gempa merusak pernah terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang pada 28 Agustus 2011 dengan magnitudo M3,3. Kala itu, 103 rumah di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, mengalami kerusakan.

Para ahli geologi, geodesi, hingga seismologi sepakat bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa signifikan.

"Aktivitas yang terus terekam ini menjadi pengingat bahwa Sesar Lembang bukan sekadar potensi, melainkan realitas yang harus diantisipasi," imbuh Daryono menegaskan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore