Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 02.45 WIB

Kisah Haru Napi Terorisme kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi: Kini Saya Berdiri di Bawah Bendera Merah Putih dengan Perasaan Berbeda

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang, Jakarta. (dok. Lapas Cipinang)

"Dulu saya punya pandangan yang salah tentang negara. Tapi hari ini, saya berdiri tegak di bawah Bendera Merah Putih dengan perasaan berbeda". (BS, napiter di Lapas Kelas 1 Cipinang)

JawaPos.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak hanya dirayakan oleh masyarakat pada umumnya. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan) turut merayakannya. 

Seperti yang terlihat di lapangan Lapas Kelas 1 Cipinang. Warga binaan ikut menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Namun, ada satu momen yang membuat upacara di Lapas Cipinang berbeda dari biasanya. Sang Saka Merah Putih tak hanya dikibarkan oleh petugas, melainkan juga oleh narapidana tindak pidana terorisme (napiter).

Seorang napiter, berinisial BS, mengungkapkan perubahan besar dalam dirinya selama menjalani penahanan. Kini, mencintai Indonesia merupakan bagian dari keimanannya.

"Dulu saya punya pandangan yang salah tentang negara. Tapi hari ini, saya berdiri tegak di bawah Bendera Merah Putih dengan perasaan berbeda. Saya belajar bahwa mencintai Indonesia adalah bagian dari iman saya. Saya ingin berubah dan berkontribusi positif," ungkapnya.

Kata-kata BS menegaskan bahwa semangat nasionalisme bisa hadir dari perjalanan batin yang penuh pergulatan. Bagi banyak orang, kemerdekaan mungkin terasa sebagai hal biasa. Namun bagi BS dan kawan-kawannya, momen itu adalah awal dari lembaran baru kehidupan.

Merdeka dari Jeruji Besi

Bagi sebagian orang, 17 Agustus hanya soal upacara, lomba, dan pesta rakyat. Tapi bagi sejumlah narapidana Lapas Salemba, hari itu berarti kebebasan. Tepat di HUT ke-80 Kemerdekaan RI, mereka resmi dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi.

Wajah-wajah penuh keceriaan terpancar dari wajah mereka. Seorang narapidana berinisial HJ, 43, warga Sukabumi, tampak terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab ketika ditanya apa yang akan ia lakukan setelah keluar.

 "Ya, pulang ke rumah menemui keluarga. Istirahat dulu," katanya.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan turut merayakan Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. (dok. Lapas Cipinang)

HJ menjalani 1 tahun 9 bulan penjara karena kasus penipuan. Karena terbentur faktor ekonomi, dirinya nekat menggadaikan motor milik temannya. Dengan remisi empat bulan tujuh hari, pintu kebebasan akhirnya terbuka baginya di hari kemerdekaan.

"Ya, sangat senang. akhirnya bebas bisa menemui anak saya dan istri," ucapnya dengan mata berbinar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore