Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 13.00 WIB

Buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut, Ungkap Sisi Lain Tutut Soeharto di Seni- Budaya

Jumpa pers perilisan buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut. (istimewa) - Image

Jumpa pers perilisan buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut. (istimewa)

JawaPos.com - Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau yang akrab disapa Tutut Soeharto bukan hanya tokoh yang dikenal di dunia bisnis dan setumpuk aktivitas sosialnya. Putri sulung mantan Presiden Soeharto itu ternyata juga memiliki kepedulian besar pada seni dan budaya.

Hal itu terungkap dalam buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut. Buku yang merangkum berbagai aktivitas perempuan kelahiran Jakarta, 23 Januari 1949, salah satunya mengungkap kepedulian Mbak Tutut pada seni dan budaya.

Donna Sita Indria selaku penulis buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut mengatakan bahwa Tutut bukan hanya penikmat budaya. Lebih dari itu, dia juga ikut berberan mengangkat warisan budaya Nusantara ke panggung internasional. 

Salah satu momen berkesan adalah ketika Mbak Tutut membawa hasil kerajinan tangan suku Asmat dari Papua ke Amerika Serikat. Karya seni tersebut mampu memukau masyarakat di Negeri Paman Sam hingga karyanya dipajang di gedung kota New York.

“Saya pernah ikut ke Papua, dulu masih disebut Irian Jaya. Mbak Tutut begitu bersemangat mengangkat kerajinan Asmat yang orisinal, lalu memperkenalkannya ke dunia. Itu menjadi bukti kepeduliannya terhadap budaya bangsa,” kata Donna di bilangan Jakarta Selatan.

Koordinator konser musik Arastio Gutomo yang pernah bekerja sama dengan Mbak Tutut mengatakan, putri mendiang mantan Presiden Soeharto ini memiliki kecintaan yang tinggi pada dunia musik. 

Hal itu dibuktikan dia tidak hanya bisa menyanyi dan merilis tiga album dari lagu- lagu ciptaannya sendiri. Mbak Tutut juga menguasai permainan sejumlah alat musik.

“Ibu benar-benar punya jiwa seni. Beliau bisa melukis, menari, dan memainkan alat musik seperti gitar dan piano. Kalau latihan musik, tiba-tiba dia menciptakan lagu. Itu luar biasa,” kata Gutomo dengan penuh kekaguman.

Rinto Harahap hingga Piyu Padi sempat terlihat dalam proses penggarapan album musik Mbak Tutut. Yang menarik menurut Gutomo, Mbak Tutut tidak pernah merasa sempurna atas karya-karya yang diciptakannya.

"Beliau selalu tanya ke musisi atau anak band, ini sudah enak belum ? Enak tektokannya sama beliau," katanya.

Dia menambahkan, Mbak Tutut termasuk orang yang mempelopori hadirnya ajang pencarian bakat menyanyi dangdut KDI  sebagai bukti kecintaannya pada dunia musik.

Buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut juga mengungkap sosoknya yang memiliki talenta luar biasa di berbagai bidang. Baik dalam dunia bisnis, kegiatan sosial, seni-budaya, dan lain-lain.

Buku itu juga menampilkan kisah dari balik layar berbagai kiprah strategis Mbak Tutut. Misalnya atas keberhasilannya dalam memimpin pembangunan jalan layang tol pertama di Indonesia dengan teknologi Sosrobahu, hingga memenangkan tender international saat membangun Metro Manila Skyway di Filipina atas permintaan Presiden Fidel Ramos dan membangun jalan tol Ayer Hitam – Yong Peng Timur di Malaysia. 

Selain itu, Mbak Tutut juga dikenal sebagai aktivis sosial yang turun langsung ke lokasi bencana, hingga memimpi Persatuan Donor Darah Indonesia dan Palang Merah Indonesia. 

“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tapi sebuah ajakan untuk kembali pada nilai ketulusan dalam bekerja, kesetiaan dalam keluarga, dan keberanian untuk mengabdi. Dari keluarga ke bangsa, dari bisnis ke sosial, itulah warisan yang Mbak Tutut sampaikan,” kata ⁠Tria S.P. Ismail Saleh selaku  penanggung jawab buku.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore