
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono melakukan kunjungan dan dialog di empat titik Desa Siap Siaga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono menegaskan pentingnya pencegahan paham radikalisme yang dimulai dari tingkat desa. Pesan ini disampaikan saat Eddy Hartono melakukan kunjungan dan dialog di empat titik Desa Siap Siaga Kecamatan Jamblang, yakni Desa Orimalang, Wangunharja, Sitiwinangun, dan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy menekankan pencegahan radikalisme di tingkat desa selaras dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden.
“Sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden, kemudian diwujudkan dalam RPJMN 2025–2029, salah satunya adalah berangkat dari desa untuk melakukan pencegahan dan membangun kesejahteraan. Di sinilah kita berkolaborasi bagaimana menciptakan desa yang mempunyai ketahanan, daya cegah, dan daya tangkal,” kata Eddy Hartono kepada wartawan, Rabu (13/8).
Eddy menjelaskan, program Desa Siap Siaga mengandalkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, salah satunya untuk pengembangan usaha masyarakat.
Ia mencontohkan, kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengembangkan budidaya ikan, serta upaya menghidupkan kembali kerajinan gerabah khas Desa Sitiwinangun yang telah diwariskan turun-temurun.
Selain masyarakat desa, mitra deradikalisasi di Kecamatan Jamblang juga mendapatkan manfaat dari kolaborasi ini, antara lain melalui pembinaan kewirausahaan.
“Harapan kami, mitra deradikalisasi bisa sejahtera,” ucap Eddy saat meninjau kegiatan pembinaan di Desa Wangunharja.
Eddy turut membagikan contoh sukses usaha mitra deradikalisasi di berbagai daerah, mulai dari pertanian di Palembang, usaha jahe di Temanggung, hingga layanan perbaikan AC di Makassar.
Program Desa Siap Siaga sendiri telah berjalan sejak 2023 sebagai pilot project di lima desa atau kelurahan dari lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.
Pada 2024, program ini berkembang menjadi 50 desa atau kelurahan di lima provinsi (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung). Sementara pada 2025, pembentukan Desa Siap Siaga difokuskan di dua provinsi, yakni Banten dan Jawa Barat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
