Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22.10 WIB

Orang Tua Prada Lucky Marah dan Kecewa Tuntut Keadilan, Kadispenad: Kami Memahami

Prada lucky Chepril Saputra Namo semasa hidup. Ia tewas diduga usai dianiaya seniornya. (Istimewa) - Image

Prada lucky Chepril Saputra Namo semasa hidup. Ia tewas diduga usai dianiaya seniornya. (Istimewa)

JawaPos.com - Luapan kekecewaan orang tua Prada Lucky Chepril Saputra Namo atas kematian putra mereka viral di media sosial. Ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo, tampak sangat marah dan kecewa. Dia menuntut keadilan dan meminta pelaku yang membunuh putranya dihukum mati dan dipecat dari TNI AD. 

Terhadap tuntutan, kekecewaan, dan kemarahan tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa Angkatan Darat memahami dan sangat maklum. Sebab, tidak mungkin seorang ayah akan diam ketika putranya tewas seperti dialami Prada Lucky. 

”Kami bisa memahami, kami bisa memahami namanya orang tua. Tapi, yang jelas sudah ada penjelasan dari satuan, dari danrem, dari pangdam, kepada keluarga korban terkait dengan kejadian itu,” ucap Wahyu saat diwawancarai pada Sabtu (9/8). 

TNI AD sebagai institusi yang membina tempat Prada Lucky dan Serma Christian bertugas sangat berduka atas peristiwa yang dialami oleh korban. Tidak hanya itu, Angkatan Darat memastikan mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum para pelaku sesuai dengan aturan dan ketentuan.

”Jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam IX/Udayana dan Nusa Tenggara Timur sudah memberikan penjelasan kepada keluarga, lalu memberikan komitmen kepada keluarga untuk menindaklanjuti (kasus) ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Wahyu. 

Jenderal bintang satu TNI AD itu pun menyampaikan bahwa pihaknya menampung setiap tuntutan dari pihak keluarga. Namun, proses hukum yang sedang berjalan juga harus dilalui. Sehingga nantinya akan jelas siapa, berbuat apa, dan harus bertanggung jawab sesuai perbuatan masing-masing. 

”Sekali lagi akan diserahkan pada konstruksi kejadian dan peran masing-masing dihadapkan dengan peraturan perundangan-undangan militer yang kami miliki. Tapi, yang pasti komitmen untuk memproses kasus ini secara menyeluruh itu sudah disampaikan oleh jajaran TNI Angkatan Darat,” tegasnya. 

Prada Lucky merupakan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere. Dia meninggal dunia di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Rabu (6/8). Dugaan awal menyebut bahwa Prada Lucky menjadi korban penganiayaan senior-seniornya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore