
Institut Teknologi PLN (ITPLN) mewajibkan seluruh mahasiswa program Ikatan Kerja angkatan 2023 dan 2024 ikut pelatihan di barak militer. (Istimewa)
JawaPos.com – Institut Teknologi PLN (ITPLN) mewajibkan seluruh mahasiswa program Ikatan Kerja angkatan 2023 dan 2024 menjalani pelatihan fisik dan mental di barak militer. Kebijakan ini menjadi syarat utama sebelum mereka terjun langsung sebagai calon tenaga kerja di PT PLN (Persero).
Sebanyak 271 mahasiswa mengikuti pelatihan intensif selama delapan hari di Pusat Pendidikan Perhubungan TNI AD (Pusdikhub) di Cimahi, Jawa Barat. Rektor ITPLN melalui Wakil Rektor III, Ishvandono Yunaini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan juga pembentukan karakter, kekompakan, dan daya tahan mental.
“Ini langkah awal untuk membentuk fisik yang kuat dan jiwa korsa yang solid. Mahasiswa ikatan kerja bukan hanya perlu cerdas secara akademik, tapi juga tahan banting secara mental,” kata Ishvandono dalam keterangannya, Kamis, (7/8).
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Ikatan Kerja yang sejak 2023 difokuskan untuk mahasiswa S1 dengan sistem seleksi ketat. Dari target 150 peserta tahun ini, hanya 109 mahasiswa yang lolos.
Seleksi dilakukan berlapis, termasuk dua kali tes kesehatan, psikotes lanjutan, dan uji kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut. Menurut Ishvandono, semua proses ini bertujuan memastikan bahwa lulusan benar-benar siap menghadapi kerasnya dunia kerja di sektor ketenagalistrikan.
“Zero tolerance terhadap kualitas. Mereka akan langsung terjun di lapangan, maka harus tangguh luar dalam,” tegasnya.
Salah satu peserta, M Faiz Al-Fajri, mahasiswa jurusan Teknik Tenaga Listrik, membenarkan beratnya pelatihan. Ia menyebut para peserta digembleng total, mulai dari fisik hingga kepemimpinan dan tanggung jawab.
“Yang paling menantang justru manajemen waktu. Kita dilatih hidup disiplin: bangun pagi, tidur cukup, tidak boleh begadang. Bahkan tanpa HP pun kita tetap bisa bertahan,” ucapnya.
Pelatihan juga disambut positif oleh orang tua mahasiswa. Arina, salah satu wali peserta, mengaku bangga dengan perubahan anaknya pasca-pelatihan.
“Saya lihat mereka lebih kompak dan disiplin. Yang biasanya makan tidak teratur, sekarang jadi lebih rapi. Program ini bagus untuk membentuk mental mereka,” ujar Arina.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
