
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto di depan ribuan mahasiswa baru di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya menekan angka kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Kampanye ini digencarkan bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Gerakan nasional ini diluncurkan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto di depan ribuan mahasiswa baru di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, pada Selasa (5/8). UI jadi kampus pertama dari 11 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang akan disambangi olehnya dalam kampanye estafet ini.
Dalam sambutannya, Brian menegaskan, lingkungan kampus harus bersih dari semua bentuk kekerasan, diskriminasi, hingga perundungan fisik dan psikis. “Jangan ada lagi kasus kekerasan di lingkungan kampus,” tegasnya dalam keterangannya Rabu (6/8).
Dia turut mengingatkan, betapa sedihnya orang tua jika harus menerima laporan anaknya yang tengah menimba ilmu mengalami kekerasan atau perundungan, termasuk pelecehan seksual.
“Nah ini untuk diperhatikan ya adik-adik, kalau ada bentuk-bentuk kekerasan, pelecehan seksual, bullying, itu jangan ragu-ragu melaporkan,” tegasnya.
Selain itu, Brian juga mengimbau para mahasiswa untuk mulai berpikir yang lebih matang dan berpikir jangka panjang ketika melakukan sesuatu. Dia berharap, para mahasiswa ini bisa memanfaatkan waktu dengan baik di kampus dengan berjejaring yang baik.
Oleh sebab itu, ia turut meminta Satgas PPKS berperan aktif memroses laporan pengaduan tindak kekerasan. Satgas harus menjadi garda terdepan bagi dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa untuk menangani tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.
Dalam Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 yang memayungi PPKPT disebutkan secara jelas apa saja yang termasuk tindak kekerasan. Mulai dari cat calling, cyber bullying, body shaming, hingga post a picture (PaP).
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UI Heri Hermansyah mengungkapkan, pihaknya sudah memberi perhatian khusus terhadap upaya pencegahan perundungan hingga kekerasan seksual di lingkungan UI. Terlebih, 70 persen dari 9.620 mahasiswa barunya merupakan perempuan.
UI, kata dia, terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman bagi warga kampus. Satgas PPKS pun telah dibentuk. Ia menunjuk wakil rektor untuk menangani bila ada kasus. Pemahaman untuk lebih aware terhadap persoalan kekerasan hingga perundungan juga sudah diberikan. Sehingga, diharapkan mereka bisa saling menjaga.
“Sehingga mahasiswa bisa aware, mana hal yang boleh dilakukan, mana yang tidak. Sehingga mereka tidak terjebak dengan kekerasan tersebut,” tuturnya.
Dia berharap, para mahasiswa yang masuk UI ini tidak hanya menjadi sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya. Akan tetapi, mereka juga matang sebagai seorang manusia yang kemudian siap terjun di masyarakat nantinya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
