Seorang pria marah-marah dan berteriak "bom" di pesawat Lion Air. (Tangkapan layar TikTok)
JawaPos.com-Manajemen maskapai Lion Air mengungkap kronologi kejadian penumpang laki-laki berinisial H yang marah-marah dan teriak bom di pesawat rute Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Kualanamu, Medan.
Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro memastikan, kejadian ini telah berlangsung dan diselesaikan pada Sabtu (2/8) kemarin. Bahkan, dari hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan atau berbahaya.
Namun, pada saat penumpang menyebut ada bom dalam pesawat, pihaknya secara otomatis mengambil langkah tegas dan preventif dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman atau bomb threat.
"Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," kata Danang kepada JawaPos.com, Minggu (3/8).
Dia menyebut, penerbangan dengan pesawat Boeing 737-9 registrasi PK-LRH, mengangkut 184 pelanggan. Saat itu, seluruh prosedur keberangkatan berjalan normal hingga pesawat selesai proses push back atau mundur dari posisi parkir dan bersiap menuju taxiway atau landas hubung.
Namun, saat posisi pesawat sudah push back, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin.
Sesuai prosedur keselamatan penerbangan, awak kabin mengkonfirmasi ulang, dan penumpang tetap menyampaikan hal yang sama. Informasi segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat.
"Karena pernyataan tersebut disampaikan setelah pintu pesawat ditutup dan pesawat mulai bergerak, kejadian ini dikategorikan sebagai RTA (Return to Apron), yaitu prosedur mengembalikan pesawat ke apron untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Danang.
Kemudian, pesawat diarahkan kembali ke apron. Seluruh penumpang diturunkan, bahkan seluruh bagasi dan barang bawaan kembali diperiksa ulang oleh petugas keamanan dan pihak terkait.
Sejalan dengan pemeriksaan itu, penumpang berinisial H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu petugas keamanan bandar udara atau aviation security, Otoritas Bandar Udara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan, Lion Air pada hari yang sama, yakni Sabtu (2/8) telah menyiapkan pesawat pengganti Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW.
"Penerbangan JT-308 kemudian diberangkatkan kembali pada hari yang sama (02/08) dan telah mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu," ujar Danang.
Lebih lanjut, Lion Air menegaskan agar seluruh pelanggan tidak menyampaikan pernyataan atau informasi palsu yang dapat mengganggu keamanan penerbangan, candaan maupun ancaman. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 437.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
