Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 01.52 WIB

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lagi, 24 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali Tertunda, Bandara Frans Seda Maumere NTT Tutup Sementara

Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Jumat malam (1/8) dan Sabtu dini hari (2/8). BNPB meminta semua pihak mematuhi zona-zona berbahaya. (PVMBG) - Image

Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Jumat malam (1/8) dan Sabtu dini hari (2/8). BNPB meminta semua pihak mematuhi zona-zona berbahaya. (PVMBG)

JawaPos.com - Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi. Itu terbukti dengan erupsi yang terjadi pada Sabtu dini hari (2/8). Akibatnya, 24 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali tertunda. 

Gunung api tersebut memuntahkan kolom abu yang teramati sampai ketinggian 18 kilometer. Sebaran abu vulkanik pasca erupsi menyebabkan gangguan penerbangan pada beberapa rute penerbangan dari dan menuju wilayah NTT hingga Bali.

Otoritas  Bandara Frans Seda di Kabupaten Maumere melakukan penutupan sementara aktivitas penerbangan sampai dengan 3 Agustus 2025 pukul 06.00 WITA, karena wilayah bandara terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sementara lebih kurang 14 menit 5 detik. Hingga kini status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada level IV atau awas. Erupsi kali ini juga menyebabkan 24 penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali tertunda dan dibatalkan,” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. 

Sebelumnya, erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki juga terjadi pada Jumat malam (1/8). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur masih terpantau tinggi. Status awas pada gunung tersebut masih berlaku sejak 17 Juni 2025 sampai hari ini.

Erupsi yang terjadi secara berturut-turut pada 1 dan 2 Agustus 2025 direspons oleh BNPB dengan menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur untuk memastikan tidak ada lagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) yang telah ditetapkan. 

”Erupsi kali ini tidak ada korban jiwa, namun terpantau masih ada warga Desa Boru yang belum meninggalkan kawasan rawan bencana. Tolong Bupati Flores Timur ingatkan lagi kepada warga bahwa gunung itu sudah meletus terus, sudah tidak aman sehingga semua warga harus keluar dari wilayah KRB, jangan lagi ada masyarakat yang kembali ke kampung asalnya,” tegasnya. 

Dorong Pembangunan Huntara Tahap III 

Suharyanto juga mendorong pembangunan hunian sementara atau huntara tahap III. Dia menyampaikan bahwa pembangunan huntara tahap III masih berlangsung. Terdapat 68 kopel dari 100 kopel yang direncanakan telah terbangun.

Targetnya, seluruh warga terdampak erupsi yang saat ini masih menempati tenda pengungsian sudah bisa menghuni huntara III pada pertengahan Agustus tahun ini. 

Sejak awal tahun hingga Agustus 2025, PVMBG telah enam kali menetapkan status Awas atau Level IV untuk Gunung Lewotobi Laki-laki.

Gunung dengan ketinggian 1.584 mdpl itu tercatat memiliki karakter erupsi eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan endapan abu.

Selain itu, gunung tersebut juga berpotensi erupsi magmatis yang menghasilkan kubah lava, aliran lava, dan awan panas guguran.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore