Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 20.48 WIB

KKP: 20 Juta Ton Sampah Bocor ke Laut, Targetkan Berkurang Bertahap hingga Capai 70 Persen di Tahun 2029

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris dalam Media Gathering di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (1/8). (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris dalam Media Gathering di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (1/8). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan bahwa sebanyak 20 juta ton sampah per tahun bocor ke laut. Angka tersebut berasal dari 16 ton berasal dari sampah darat, dan 4 juta ton sisanya dari kegiatan laut.

"Itu kurang lebih 16 juta ton sampah darat itu masuk ke laut. Kemudian sampah laut sendiri dari aktivitas laut itu kurang lebih 20 persen atau 4 juta ton. Jadi ada kurang lebih 20 juta ton sampah laut yang harus ditangani per tahun," kata Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris dalam Media Gathering di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (1/8).

Lebih lanjut, Aris membeberkan soal dampak negatif dari bocornya sampah ke laut ini. Pertama, jika sampah yang bocor ke laut adalah sampah organik, maka akan terjadi eutrofikasi atau kondisi alga berlebih.

"Jadi matinya plankton-plankton. Yang kedua dengan sampah masuk ke laut itu menyebabkan biota itu kena mikroplastik. Jadi ikan-ikan yang kita konsumsi itu berbahaya. Itu mikroplastik sangat berbahaya," lanjutnya.

Tak hanya itu, banyaknya sampah yang bocor ke laut juga dapat berdampak pada rusaknya ekosistem pesisir. Mulai dari karang, lamun dan mangrove karena mereka akan tertimbun sehingga mengurangi kebutuhan oksigen mereka.

Selain itu juga terhadap biota, menurut Aris, bocornya sampah ke laut bisa membuat biota-biota laut mati hingga terdampar di pesisir. "Hiu, paus dan sebagainya terdampar akibat mengonsumsi plastik. Sehingga menyebabkan dia mati. Jadi dampaknya ini luar biasa," jelas dia.

Adapun dampak yang paling luar biasa, ekosistem pesisir akan rusak dan hancur, sehingga sumber daya perikanan dan aktivitas pariwisata tidak akan berkelanjutan.

Atas persoalan itu, KKP menyampaikan memiliki target untuk mengurangi sampah bocor ke laut dari tahun ke tahun. Di mana targetnya pada tahun 2029 akan berkurang mencapai 70 persen.

"Jadi dari 20 juta tadi, sampai yang masuk di laut, itu KKP punya target, 40 persen dikurangi tahun 2026, 50 persen 2027, 60 persen 2028, dan 70 persen 2029," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore