
Diskusi Circular Economy in Action: Sinergi Kemitraan Multisektoral dalam Akselerasi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Penerapan ekonomi sirkular menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah. Selain itu mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pendekatan ini mendorong material agar tetap berada dalam siklus penggunaan melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Sehingga nilai ekonominya dapat terus dimanfaatkan.
Isu tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Circular Economy in Action: Sinergi Kemitraan Multisektoral dalam Akselerasi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan, memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026.
Baca Juga:Sowan ke Mendikdasmen, BGN Bakal Manfaatkan Dapodik untuk Acuan Refocusing Penerima Manfaat MBG
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ekonomi sirkular dinilai dapat dimulai dari langkah sederhana. Seperti memilah sampah dari rumah dan menyalurkan kemasan bekas ke bank sampah atau jalur pengumpulan yang tepat.
Dengan cara tersebut, kemasan pasca konsumsi tidak berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru. Direktur Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Agus Rusly menegaskan, transformasi dari sistem pengelolaan sampah linear menuju ekonomi sirkular menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan sampah di Indonesia.
Menurut dia, Indonesia terus memperkuat transformasi pengelolaan sampah dari pendekatan linear menuju ekonomi sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.
“Implementasi EPR menjadi instrumen penting untuk memastikan produsen turut bertanggung jawab terhadap kemasan pascakonsumsi yang mereka hasilkan. Keberhasilan agenda ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, pelaku pengelolaan sampah, dan masyarakat agar target pengurangan sampah nasional dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan," jelas Agus.
Sementara itu, Mira Buanawati, General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, mengatakan, keberhasilan penerapan ekonomi sirkular tidak dapat dicapai satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, industri, organisasi pengelola sampah, komunitas, hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk membangun sistem yang mampu mendorong lebih banyak material kembali ke rantai daur ulang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan," ujar Mira.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
