Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 05.44 WIB

Soroti Kasus Intoleransi, Gus Miftah Singgung Astacita Presiden Prabowo

Massa membubarkan ibadah jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang Sarai, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. (Istimewa) - Image

Massa membubarkan ibadah jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang Sarai, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Tokoh agama Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah angkat bicara terkait isu intoleransi yang terjadi di Tanah Air. Dia menilai, fenomena ini bukan hanya persoalan sosial, melainkan ancaman serius terhadap persatuan bangsa.

Dalam konteks tersebut, Gus Miftah menyampaikan harapannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gus Miftah menyebut bahwa salah satu program Prabowo yaitu Astacita memuat nilai-nilai penting untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Menurutnya, program ini bukan sekadar janji politik, tapi memiliki potensi besar dalam membangun fondasi kebangsaan yang kuat melalui pendekatan moderasi beragama. Dalam keterangannya, Gus Miftah menegaskan bahwa konsep moderasi beragama merupakan bagian penting dari Astacita yang diusung pemerintahan Prabowo.

Dia pun menyambut baik arah kebijakan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam merawat keberagaman masyarakat di Tanah Air. "Saya melihat ada niat baik dalam Astacita, terutama yang menekankan pentingnya moderasi dalam beragama," ujar Gus Miftah, Rabu (30/7).

Menurutnya, pendekatan ini bisa menjadi jawaban atas meningkatnya tensi akibat perbedaan keyakinan yang tidak dikelola dengan baik. Lebih lanjut, Gus Miftah menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti menafikan keyakinan pribadi, melainkan mengajak masyarakat untuk bersikap inklusif dan toleran.

Ia pun menekankan bahwa agama dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan, karena keduanya bisa saling mendukung demi stabilitas bangsa. "Seringkali yang memecah belah kita adalah narasi-narasi yang membenturkan agama dengan Pancasila, padahal keduanya bisa seiring sejalan," tegasnya. 

Gus Miftah menilai bahwa program seperti ini perlu dikawal agar tidak berhenti di level wacana, tapi benar-benar dijalankan secara konsisten.

Sebagai tokoh agama yang sering berdakwah di lintas komunitas, Gus Miftah menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang rukun dan damai. Ia pun berharap pemerintahan Presiden Prabowo benar-benar serius mengimplementasikan semangat Astacita dalam kebijakan nyata di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan sikap saling curiga dan saling membenci. Menurutnya, masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan rakyat dalam menghargai perbedaan dan merawat persatuan. "Kalau kita bisa merangkul perbedaan dengan cinta, maka tidak akan ada ruang bagi permusuhan," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore