Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 05.34 WIB

Dari Penelusuran Digital, Polda Metro Jaya Simpulkan sejak 2013 Arya Daru Pangayunan Sudah Punya Keinginan Bunuh Diri

Polda Metro Jaya mengungkap kasus kematian diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan, dalam konferensi pers pada Selasa (29/7). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Polda Metro Jaya mengungkap kasus kematian diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan, dalam konferensi pers pada Selasa (29/7). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya menelisik jejak digital diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, dari beberapa barang bukti yang berhasil ditemukan. Termasuk laptop dan telepon genggam jenis Samsung Galaxy Note 9 yang diduga sudah lama digunakan oleh Daru. Hasilnya, penyelidik mendapati bahwa pria berusia 39 tahun itu pernah menghubungi badan amal yang melayani individu dengan tekanan mental dan kecenderungan bunuh diri.

Ipda Saji Purwanto, penyelidik pada Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa pada laptop dan telepon genggam tersebut terekam sejumlah jejak digital. Diantaranya catatan yang menyebut sudah terlintas dalam benak Daru untuk melakukan bunuh diri sejak 2013 silam. Keinginan itu menguat pada 2021 hingga akhirnya yang bersangkutan ditemukan mati lemas di kamar kosnya pada 8 Juli lalu. 

"Sejak 2013 sudah memiliki keinginan bunuh diri, kemudian tahun 2021 keinginan bunuh diri itu semakin kuat," kata Saji di hadapan awak media pada Selasa sore (27/7). 

Saji menyampaikan bahwa perangkat seluler Samsung Galaxy Note 9 yang ditemukan oleh penyelidik terdeteksi pertama kali dinyalakan pada Juni 2019. Perangkat itu dipakai oleh Daru untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat pada September 2022. Setelah itu, penyelidik mendapati perangkat itu kembali dihidupkan oleh Daru pada Januari 2024. Berdasar jejak digital tersebut, didapati komunikasi melalui akun yahoo yang diduga milik Daru. 

"Bahwa yang kami lakukan dalam kolom pencarian terkait bunuh diri itu kami temukan di akun yahoo-nya dari tahun 2013 sebanyak 11 segmen, tahun 2021 9 segmen. Pada intinya dari 9 segmen itu bahwa korban ini sedang bercerita ketika melihat gedung ini ingin loncat dari atas. Kemudian kalau melihat pantai ingin menenggelamkan diri, intinya seperti itu," terang Saji.

Penyelidik yang terlibat dalam pendalaman kasus kematian Daru itu mengakui, ada satu perangkat seluler lain yang terhubung dengan barang bukti laptop. Perangkat itu terakhir terkoneksi dengan laptop tersebut pada 25 Juni 2025. Catatan pada laptop yang ditemukan penyelidik menyatakan bahwa perangkat seluler tersebut berjenis Samsung Galaxy S22 Ultra. Namun, perangkat tersebut belum ditemukan oleh aparat kepolisian. 

"Samsung Galaxy S22 Ultra yang sehari-hari digunakan oleh korban sampai sekarang belum ditemukan, kami sampaikan bahwa handphone tersebut belum ditemukan," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore