
Arya Daru Pangayunan (ADP), 39, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. (Radar Jogja).
JawaPos.com - Penasihat hukum keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan mengungkap fakta keberadaan 3 sidik jari pada lakban kuning yang melilit wajah diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tersebut. Polda Metro Jaya pun menjelaskan fakta dan temuan itu.
Kepada awak media, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa fakta dan temuan tersebut memang benar.
Dia menyatakan ada lebih dari 1 sidik jari pada lakban kuning itu. Namun demikian, hanya 1 sidik jari yang bisa diidentifikasi.
”Keterangan identifikasi ada 3 sidik jari yang ditemukan, akan tetapi hanya 1 yang memenuhi syarat untuk dilakukan identifikasi. Untuk 2 lainnya tidak dapat diidentifikasi,” terang Budi saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (27/11).
Pada Rabu (26/11), tim penasihat hukum keluarga almarhum Arya Daru mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka melakukan audiensi dengan penyidik yang menangani kasus Arya Daru.
Usai audiensi itulah keluarga penasihat hukum Arya Daru menyampaikan ada temuan sidik jari lain pada lakban kuning tersebut.
”Secara kesimpulan disampaikan tidak ada DNA orang lain selain Arya Daru. Tadi kami sempat gali, itu ternyata ada 4 sidik jari,” ungkap Martin Lukas Simanjuntak, salah seorang penasihat hukum keluarga almarhum Arya Daru.
Selain itu, Nicholay Aprilindo yang juga salah seorang penasihat hukum keluarga almarhum Arya Daru mengungkap fakta lain.
Dia menyampaikan bahwa Arya Daru pernah check in sebanyak 24 kali bersama seorang perempuan bernama Vara di Jakarta.
”Kami banyak memberikan masukan dan informasi dan kami mendapatkan juga informasi yang dikatakan privasi. Ternyata informasi yang dikatakan privasi itu tidak yang seheboh yang diperkirakan oleh masyarakat,” terang dia saat ditanyai oleh awak media.
Nicholay menyebut, informasi yang dikatakan oleh penyidik Polda Metro Jaya bersifat privasi itu berasal dari 3 orang saksi.
Pertama saksi seorang resepsionis, kedua saksi seorang petugas keamanan atau satpam, ketiga saksi dari provider pemesanan tiket online.
Dari keterangan saksi-saksi itu disampaikan bahwa Arya Daru pernah check in sebanyak 24 kali bersama Vara.
"Platform online. Jadi, informasi itu disampaikan oleh 3 orang bahwa almarhum pernah check in dan sebagainya. Tapi, tidak diketahui pasti check in untuk apa, untuk siapa. Yang jelas dikatakan itu bersama seorang wanita bernama Vara. Makanya kami minta untuk diperdalam pemeriksaan terhadap Vara,” bebernya.
Berdasar sumber informasi yang sama, para penasihat hukum keluarga Arya Daru juga mendapatkan keterangan bahwa diplomat yang ditemukan tewas di kamar kosnya itu check in bersama Vara pada medio 2024-2025.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
