
Menko Polkam Budi Gunawan saat memberikan keterangan kepada awak media. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com - Kemeneterian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan kesiapsiagaan nasional pasca gempa bumi 8,7 skala richter mengguncang pesisir timur Rusia. Berdasar perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setidaknya ada 10 daerah yang berpotensi terdampak tsunami.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyampaikan bahwa seluruh seluruh jajaran dan instansi terkait telah menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Mereka memastikan kondisi siaga atas potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 8,7 skala richter tersebut.
”Seluruh komponen pemerintah baik pusat maupun daerah sudah siap untuk antisipasi dengan bergerak cepat dan tepat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Saya juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti instruksi resmi di lapangan,” kata Budi Gunawan.
Berdasar laporan BMKG, dampak gempa bumi berkekuatan besar di Rusia akan sampai di Indonesia melalui kenaikan muka air laut di beberapa daerah yang diperkirakan mencapai 0,5 meter. Dia pun menekankan kembali beberapa daerah yang perlu mendapat pemantauan dan perhatian khusus meliputi dari semua pihak terkait. Yakni daerah di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara.
Mencermati kondisi tersebut, Budi Gunawan menyampaikan beberapa instruksi kepada kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan pencegahan. Yakni pemerintah daerah, BNPB dan BPBD, TNI, Polri Basarnas, dan BMKG untuk menyiapkan Posko Tanggap Darurat di provinsi terkait.
Instansi-instansi tersebut juga diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan personel di lapangan untuk mendukung dan melaksanakan evakuasi termasuk dengan pengamanan jalur evakuasi, pengendalian massa, menjaga fasilitas vital di pesisir, menyiagakan tim SAR maritim dan udara di posisi yang memiliki kerawanan, mengumumkan peringatan resmi, serta mengurangi aktivitas di pantai dan pelabuhan.
Tidak hanya itu, Kemenko Polkam meminta agar peringatan dimutakhirkan setiap 30 menit hingga ada pernyataan berakhirnya ancaman tsunami dari BMKG. Kepada masyarakat, Budi Gunawan menyampaikan beberapa hal yang diminta untuk dipatuhi. Diantaranya menjauhi pantai, muara sungai, dan aktivitas perairan di wilayah yang masuk dalam peringatan BMKG.
”Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, BNPB, BPBD, dan aparat TNI, Polri. Menyiapkan kebutuhan darurat secukupnya jika berada di wilayah pesisir dan ikuti langkah-langkah serta jalur evakuasi yang telah ditentukan bila terjadi ancaman tsunami,” jelasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
