Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 20.59 WIB

Viral Siswa SMP di Blitar Di-bully, Sahroni Minta Peradilan Anak Dijalankan untuk Pelaku Utama dan Provokator

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. - Image

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

JawaPos.com - Viral peristiwa perundungan terjadi di SMP Negeri 3 Doko di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Korban diduga mengalami kekerasan fisik saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka fisik dan trauma. Keluarga korban menyatakan tidak mau berdamai, memutuskan tetap membawa ke jalur hukum.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan adanya bullying ini. Dia meminta agar para pelaku mendapat pembinaan serius.

“Saya minta para pelaku utama bullying dan provokator, diberi sanksi dan pembinaan serius. Meski pelaku masih anak-anak, mereka tetap bisa diproses hukum melalui sistem peradilan pidana anak," kata Sahroni, (24/8).

Di sisi lain, Sahroni meminta kepada Polri agar memutus mata rantai perundungan di sekolah. Sebab, peristiwa tersebut terus berulang terjadi di lokasi yang berbeda.

"Selain itu, saya minta polisi harus betul-betul bisa memutus mata rantai kekerasan pada anak dan remaja, karena saya lihat kasusnya sudah terlalu banyak belakangan ini. Mulai dari bullying lah, pengeroyokan lah, tawuran lah, ini PR besar yang menuntut respons proaktif dan tegas dari kepolisian,” imbuhnya.

Selain itu, Sahroni juga mengingatkan agar sekolah mengambil peran aktif dalam melakukan edukasi dan pencegahan perundungan di wilayahnya. Perlu adanya edukasi yang baik kepada para siswa.

“Lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah juga harus bisa menghentikan aksi-aksi premanisme ini di ruang kelas mereka. Bisa dengan edukasi terus menerus, melindungi dan responsif terhadap korban, hingga tidak ragu untuk bekerjasama dengan polisi jika dibutuhkan," jelasnya.

Politikus Partai NasDem ini tak ingin dunia pendidikan Indonesia dipenuhi oleh aksi kekerasan. Sebab, para pelajar tersebut akan menjadi masa depan bangsa.

"Pokoknya yang terpenting adalah generasi muda kita harus bisa tumbuh dengan layak tanpa trauma dari kekerasan antara sesamanya. Itu yang jadi PR kita semua,” pungkas Sahroni.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore