Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 01.27 WIB

Di Tengah Polemik Beras Oplosan, Mentan Andi Amran Sulaiman Mendadak Dipanggil Presiden Prabowo di Halim Perdanakusuma

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Merauke akhir 2024 lalu. (Humas Kementan) - Image

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Merauke akhir 2024 lalu. (Humas Kementan)

JawaPos.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belakang jadi sorotan. Pasalnya dia melaporkan 212 merek beras yang tidak sesuai mutu atau oplosan ke Satgas Pangan Polri. Secara mendadak, Amran dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (20/7). 

Pemanggilan mendadak itu dilakukan di sela agenda Presiden Prabowo yang bertolak ke Solo. Pertemuan Amran dengan Prabowo berlangsung secara tertutup di ruang VIP bandara Halim Perdanakusuma dan berlangsung sekitar satu jam. 

Pertemuan tersebut tidak diumumkan secara resmi. Kehadiran Amran di lokasi yang sama dengan Prabowo itu, memicu perhatian publik. Pasalnya sejumlah isu strategis tengah mencuat. Khususnya menyangkut stabilitas harga beras dan penanganan kasus beras oplosan yang melibatkan puluhan produsen.

Dikonfirmasi terkait pertemuan Prabowo dengan Amran itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch. Arief Cahyono membenarkan adanya pertemuan tersebut.

“Benar, Bapak Menteri (Amran) bertemu Presiden di Bandara Halim siang tadi,” ujar Arief singkat saat dihubungi media. Namun Arief tidak merinci isi pembicaraan maupun agenda khusus yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Hingga sore hari, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana. Namun sumber internal menyebut bahwa Presiden Prabowo memang kerap meminta laporan langsung dari para menteri teknis terkait isu-isu aktual. Khususnya byang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah gencar menggelontorkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke pasar untuk meredam lonjakan harga. Sekaligus mengawal proses hukum terhadap dugaan pengoplosan 212 merek beras yang kini tengah diselidiki Polri.

Spekulasi pun berkembang bahwa Presiden meminta laporan langsung dari Mentan Amran mengenai perkembangan lapangan. Termasuk langkah antisipatif ke depan. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore