
Sejumlah truk Over Dimensi Over Load (ODOL) melintas di jalan tol Jakarta-Tangerang, Selasa (1/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho tengah fokus memperbaiki tata kelola angkutan logistik. Mewujudkan itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Daerah Istimewa Jogjakarta menggelar Simposium Nasional “Polantas Menyapa” mengangkat tema “Terwujudnya Tata Kelola Angkutan Logistik yang Berkeselamatan guna Mendukung Peningkatan Kualitas Keselamatan di Jalan Raya”.
Direktur Lalu Lintas Polda Jogjakarta, Kombes Pol Yuswanto Ardi menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat angkutan logistik. Dia menilai, tata kelola angkutan logistik saat ini belum sepenuhnya mengarah pada praktik yang berorientasi pada keselamatan.
“Data lima tahun terakhir menunjukkan sebanyak 61 kecelakaan menonjol yang melibatkan kendaraan angkutan logistik. Fenomena over dimension dan overload menjadi akar permasalahan yang belum tertangani secara optimal,” ujar Yuswanto Ardi, Jumat (18/7).
Dia mengatakan, harus ada solusi konkret untuk mengatasi kesenjangan antara regulasi dan praktik di lapangan. Polri menilai aturan perlu dijalankan secara tegas agar memberikan dampak positif bagi sosial dan ekonomi.
Simposium ini dilaksanakan dengan format Focus Group Discussion (FGD) secara langsung dan virtual, serta diikuti oleh para Dirlantas Polda jajaran melalui Zoom Meeting.
Simposium ditujukan untuk memberikan rekomendasi berbasis realita lapangan bagi perbaikan kebijakan tata kelola angkutan logistik nasional. Menyusun rencana aksi bertahap (staging) yang tidak menimbulkan efek kejut sosial-ekonomi. Menguatkan kolaborasi antara regulator, operator angkutan, komunitas pengguna jalan, serta aparat penegak hukum lalu lintas.
Simposium ini merupakan bagian dari program “Polantas Menyapa”, yaitu bentuk keterlibatan aktif Polri khususnya fungsi lalu lintas dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, sebagai wujud layanan publik yang inklusif dan solutif.
“Kita dorong solusi yang adaptif dan bertahap, agar perubahan menuju angkutan logistik yang berkeselamatan tidak justru mengganggu kestabilan ekonomi dan sosial,” pungkas Yuswanto.
Hasil simposium ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret, dapat diterapkan secara nasional, dan selaras dengan visi pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
