
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang korban kecelakaan truk tambang Parung Panjang ke kantor, mengakui abainya negara. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mencurahkan pikirannya mengenai kondisi yang ada di Jawa Barat. Kali ini, ia menceritakan bahwa pada negara yang pemimpinnya telah dipilih secara demokratis, rakyatnya seringkali menuntut serba gratis.
Seperti halnya rumah sakit gratis, sekolah gratis, dan puskesmas gratis. Namun untuk membiayai itu semua, tentu mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Sayangnya, pengeluaran negara yang besar tidak berbanding terbalik dengan sikap dan perilaku orang tua kepada anaknya. Para orang tua masih saja memberikan jajan kepada anaknya dengan nominal yang cukup besar antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 setiap harinya.
“Apa artinya bahwa biaya pendidikan yang digratiskan ternyata tidak berbanding terbalik dengan pengeluaran orang tua untuk anaknya yang masih sangat mahal,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya pada Senin (14/7).
“Yang saya maksud, kalau begitu rakyatnya juga harus diganti. Rakyat yang diganti adalah diganti pola-pola hidup rakyat yang boros menjadi pola hidup rakyat yang efisien,” imbuhnya.
Menurutnya, pola hidup yang efisien tersebut yakni rakyat yang gemar menabung dan rakyat yang gemar mengarahkan anak-anaknya untuk efisien dalam pengeluaran keuangan.
“Kalau anaknya belum waktunya beli motor, jangan dibelikan motor. Belum waktunya pakai handphone, jangan dibelikan handphone. Belum waktunya beli berbagai kelengkapan yang tidak penting, jangan dibelikan. Karena perilaku buruk ini juga akan mempengaruhi masa depan anak-anak dan masa depan keluarganya,” tegas Dedi.
Eks Bupati Purwakarta ini mengungkapkan, jika negara efisien dan rakyatnya pun ikut efisien, tentu akan melahirkan negara yang hebat. Apalagi jika negara dan rakyat sama-sama berinvestasi, akan melahirkan negara yang hebat pula.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa anak-anak harus dididik secara efisien. Uang jajaknya harus diarahkan untuk biaya investasi demi kebaikan masa depan.
“Kebutuhan orang tua misalnya, ketika belanja kesehatannya gratis, maka uang dalam keseharian orang tua pun disimpan untuk kepentingan masa depannya,” tukas dia.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
