Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 04.48 WIB

Waspada! Sebanyak 212 Merek Beras Tidak Sesuai Mutu, Ini Tips Menghindari Beras Oplosan di Pasaran

Ilustrasi merek beras terbukti tidak sesuai dengan mutu. (www.pexels.com) - Image

Ilustrasi merek beras terbukti tidak sesuai dengan mutu. (www.pexels.com)

JawaPos.com – Beras merupakan bahan pokok utama di sebagian besar rumah tangga Indonesia.

Sayangnya, popularitas beras sebagai makanan pokok juga membuka peluang bagi oknum nakal untuk mencari untung dengan cara curang, salah satunya dengan menjual beras oplosan.

Beras oplosan adalah campuran dari beberapa jenis beras dengan kualitas berbeda, bahkan bisa jadi mengandung pemutih sintetis, atau pewangi buatan untuk membuatnya tampak menarik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan 212 merek beras dari 268 yang diuji di laboratorium terbukti tidak sesuai dengan mutu, takaran, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Temuan berasal dari hasil pengawasan di 10 provinsi bersama Satgas Pangan, Kejaksaan, dan Badan Pangan Nasional, dan langsung dilaporkan kepada Kapolri serta Jaksa Agung untuk ditindaklanjuti.

Konsumen yang tidak waspada bisa tertipu dan mengkonsumsi produk yang tidak layak atau bahkan berbahaya.

Menurut riset Food Safety Authority dan laporan dari Badan POM RI pada 2024, beras oplosan dapat mengandung zat tambahan kimia seperti klorin atau pemutih tekstil yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Dampak beras oplosan antara lain iritasi lambung, gangguan hati, dan paparan toksik kronis.

Agar tidak menjadi korban, berikut tips cerdas mengenali dan menghindari beras oplosan untuk konsumen rumah tangga:

  1. Cek tekstur dan warna beras

Beras asli memiliki warna putih alami, sedikit transparan dan tidak terlalu mengilap. Jika beras terlihat terlalu putih atau mengilap berlebihan, bisa jadi telah dicampur pemutih atau polesan kimia.

  1. Cium aromanya

Beras asli biasanya tidak memiliki bau tajam. Bila tercium aroma yang sangat wangi dan tidak natural (seperti parfum atau pewangi ruangan), patut dicurigai beras tersebut telah dicampur bahan pewangi buatan.

  1. Perhatikan harga

Harga beras yang terlalu murah di bawah harga pasar bisa menjadi indikasi bahwa beras tersebut adalah hasil oplosan atau campuran kualitas rendah. Bandingkan dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

  1. Beli dari sumber terpercaya

Pilih membeli beras dari toko yang terpercaya atau langsung dari petani/penyedia beras organik. Banyak koperasi petani atau UMKM kini menyediakan beras tanpa proses tambahan dan lebih transparan asal-usulnya.

Konsumsi jangka panjang beras oplosan yang mengandung zat pemutih dapat menyebabkan penurunan fungsi hati dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terhadap efek ini.

Menghindari beras oplosan bukan hanya soal kualitas makanan, tapi juga menyangkut kesehatan jangka panjang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore