
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (2/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan diplomasi cerdas yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Pertemuan itu berlangsung di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (2/7).
Pertemuan bilateral itu membahas isu strategis terkait haji, termasuk penambahan kuota dan rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah.
“Dalam pertemuan pertama dari Menteri dan Menteri yang mendampingi Bapak Presiden. Di situlah saya melihat ada sedikit ketegangan ketika Pak MBS tidak ada senyum. Sepertinya situasinya kaku. Tapi setelah Bapak Presiden, Pak Prabowo pintar sekali berdiplomasi,” kata Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan sambutan dalam acara Penutupan Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025 di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (14/7).
Menurut Nasaruddin, suasana mulai mencair ketika Presiden Prabowo menyampaikan kalimat diplomatis yang menyentuh hati Pangeran MBS.
“Ada satu pernyataan dalam bahasa Inggris ya, mengatakan bahwa meskipun umur Adinda itu lebih muda daripada saya. Tetapi Adinda adalah penguasa tanah haram, haramain. Maka kami harus respect, mengangkat topi terhadap kehebatan Saudi Arabia menjadi pelayan-pelayan umat, tepuk tangan pada waktu itu dan langsung cair situasi. Dan Raja MBS juga memengalih,” ungkapnya.
Nasaruddin juga menyanjung kefasihan berbahasa Inggris Presiden Prabowo selama pertemuan tersebut. Menurutnya, Presiden Prabowo mampu mencairkan suasana dengan Pangeran MBS.
“Jadi saya menyaksikan sendiri (Pamgeran MBS) lebih fasih bahasa Inggrisnya daripada bahasa Arab. Ya karena mungkin lebih lama tinggal di Amerika atau di Eropa. Dan Menteri-Menteri yang mendampinginya juga dipilih mereka-mereka yang sangat lancar bahasa Inggris,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan laporan yang cukup mengejutkan mengenai jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat. Namun, suasana tegang itu mampu dicairkan oleh Presiden Prabowo.
“Ada satu hal yang lucu, Raja menyampaikan laporan yang disusun oleh Menteri-Menteri Haji. Begitu banyaknya jamaah haji Indonesia sampai konflikutor terbesar jumlah jamaah haji yang wafat adalah 14 persen. 14 persen jamaah haji yang wafat di Saudi Arabia dari Indonesia,” tuturnya.
“Terus ditanggapi lagi oleh Pak Presiden. Ya kami bisa mengerti bahwa karena memang cita-citanya jamaah haji Indonesia itu kebanyakan dari mereka ingin meninggal di Mekah. Jadi semua terpingkal-pingkal ketawa sampai Pak Presiden pun memberikan satu contoh. Contohnya guru saya, Kyai haji Maimun umurnya lebih 90 tahun. Dia dinasehati jangan berangkat ke Tanah Suci. Tidak, dia akan memilih berangkat. Ya kalau meninggal di Tanah Suci itu lebih adil,” cerita Nasaruddin.
Melalui diplomasi hangat dan empatik seperti ini, Nasaruddin menilai upaya Indonesia untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji akan semakin optimal. Termasuk soal penambahan kuota dan rencana pembangunan Kampung Haji, mendapat respons positif dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Nah itulah yang membuat semakin cair situasi dan semakin tidak dipersoalkan jumlah orang yang wafat," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
