Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 16.58 WIB

Prihatin Masih Ada Kekerasan Mengatasnamakan Agama, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Emosi Bisa Bawa Penyesalan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (dua dari kiri) dalam Sannipata Nusantara Umat Buddha 2025 di Jakarta (13/7). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (dua dari kiri) dalam Sannipata Nusantara Umat Buddha 2025 di Jakarta (13/7). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar prihatin masih muncul aksi kekerasan dengan nuansa agama. Dia menegaskan emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, emosi malah akan membawa penyesalan. 

Penjelasan tersebut disampaikan Nasaruddin menjawab pertanyaan wartawan di sela penyelenggaraan Sannipata Nusantara Umat Buddha 2025 di Jakarta (13/7).

Dia menegaskan kasus kekerasan bernuansa agama berupa pengusiran kegiatan adalah kasuistik. 

Nasaruddin berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Serta menjadi fenomena yang sangat langka di Indonesia.

"Selama ini kita sedang damai-damainya. Asyik-asyiknya, harmonis-harmonisnya," katanya. Tetapi kemudian diusik dengan kabar kekerasan bernuansa agama. 

Dia menegaskan kekerasan tersebut mengusik kedamaian dan kerukunan umat beragama. Namun dia bersyukur kasus tersebut tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, kasus kekerasan bernuansa agama harus jadi pelajaran ke depannya. 

Pelajaran yang bisa dipetik adalah misunderstanding atau kesalahpahaman yang diselesaikan secara emosional tidak mendatangkan suatu penyelesaian. "Jangan menyelesaikan masalah dengan emosi," tandasnya. Karena emosi malah akan membawa penyesalan

Mantan Wakil Menteri Agama itu mengatakan masalah harus diselesaikan dengan baik. Sehingga bisa menjadi pembelajaran dan mematangkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia menegaskan bahwa Kemenag terus melakukan upaya penguatan hubungan baik sesama manusia. Kemudian manusia dengan alam. Lalu manusia dengan Tuhan. 

Dia mencontoh kegiatan Sannipata Nusantara Umat Buddha 2025 di Jakarta yang menjadi media untuk silaturahmi di kalangan umat Buddha. Sementara di agama Islam dikenal dengan silaturahmi.

Mewakili pemerintah, Nasaruddin menyampaikan terima kasih kepada umat beragama semuanya memberikan kontribusinya terhadap penyelesaian masalah dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. 

"Karena (masalah di) negara ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Kita melibatkan juga tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat untuk berpartisipasi bersama, membicarakan masa depan bangsa yang sangat rumit ini," jelasnya. 

Acara tersebut juga dihadiri Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi. Dia mengatakan kegiatan Sannipata Nusantara Umat Buddha 2025 jadi ajang pertemuan atau silaturahmi akbar.

Dia mengatakan umat Buddha juga ingin berkontribusi pada pembangunan sesuai target pemerintah 2025-2029. "Di antaranya dengan mewujudkan religiusitas lebih membumi dan moderat," tandasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore