Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 01.05 WIB

Mengenal Tradisi Pacu Jalur dari Kabupaten Kuansing, Warisan Budaya Riau yang Mendunia Karena Diunggah Akun TikTok Klub Bola PSG

Ilustrasi Pacu Jalur yang viral. (Instagram @om.robbb) - Image

Ilustrasi Pacu Jalur yang viral. (Instagram @om.robbb)

JawaPos.com - Media sosial kini tengah terpukau oleh sebuah tradisi penuh adrenalin dan warisan budaya yang kaya dari Riau, Indonesia: Pacu Jalur.

Balapan perahu tradisional tersebut viral karena aksi penarinya diposting oleh akun TikTok klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG).

Tradisi ini bukan sekadar lomba perahu biasa, melainkan pesta rakyat yang menyatukan sejarah, seni, dan semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dan kini menjadi sorotan global.

Apa Itu Pacu Jalur?

Pacu Jalur adalah lomba dayung tradisional yang digelar di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dengan perahu kayu besar, yang disebut 'jalur' karena mampu menampung hingga 60 orang pendayung. 

Namun jangan bayangkan perahu biasa, karena jalur ini dihiasi ukiran-ukiran megah berbentuk kepala ular, harimau, hingga buaya, lengkap dengan payung adat, selendang warna-warni, dan tiang-tiang tinggi menjulang. Sungguh bak parade seni di atas air.

Dari Alat Transportasi Jadi Ajang Bergengsi

Tradisi Pacu Jalur berakar dari abad ke-17, ketika masyarakat Rantau Kuantan masih bergantung pada sungai sebagai jalur utama transportasi. 

Jalur kala itu digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti pisang dan tebu, bahkan mampu membawa puluhan orang sekaligus.

Namun seiring waktu, jalur tak lagi sekadar alat transportasi, ia menjelma jadi simbol status sosial, dengan hiasan indah yang hanya boleh digunakan oleh kaum bangsawan dan datuk setempat.

Sekitar 100 tahun kemudian, masyarakat mulai menggelar lomba balap antar jalur, memicu lahirnya tradisi Pacu Jalur seperti yang kita kenal sekarang.

Awalnya digelar untuk merayakan hari besar Islam, tradisi ini kemudian bergeser menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI setiap bulan Agustus.

Saat hari Pacu Jalur tiba, Kota Teluk Kuantan berubah total. Jalanan macet, penginapan penuh, dan ribuan perantau mudik ke Kuansing hanya untuk menyaksikan adu cepat jalur-jalur terbaik. 

Lebih dari 100 tim jalur biasanya berpartisipasi, lengkap dengan yel-yel membakar semangat, musik tradisional, dan dentuman meriam yang menandai dimulainya lomba.

Sejak pertama kali dilombakan secara formal pada 1903, Pacu Jalur kini menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan di masa penjajahan Belanda, tradisi ini digunakan untuk memeriahkan hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. 

Kini, acara ini tidak hanya menyedot wisatawan lokal, tapi juga mulai mencuri perhatian wisatawan mancanegara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore