
Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam, 13 Juni 2025. (Reuters)
JawaPos.com - Konflik di Timur Tengah masih memanas. Baik Iran maupun Israel masih bersikukuh melakukan serangan. Terbaru Iran bahkan sudah membalas serangan Amerika Serikat dengan mengebom pangkalan militer Amerika di Doha, Qatar.
Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar Henry Indraguna menilai, Indonesia bisa merasakan dampak dari perang ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengambil langkah pencegahan.
"Aksi saling serang secara terbuka antara kedua negara membawa dampak luas tidak hanya bagi kawasan. Namun juga tatanan global termasuk Indonesia, yang berperan penting dalam diplomasi dunia Islam dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujar Henry, Selasa (24/6).
"Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dengan ekonomi menengah besar dan posisi strategis dalam G20, OKI, dan ASEAN, Indonesia tidak bisa bersikap pasif dalam menghadapi konsekuensi dari perang ini," tambahnya.
Pemerintah dinilai perlu mengantisipasi dampak kepada sektor energi. Sebab, Iran berencana menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur pengiriman minyak terbesar di dunia.
"Isu strategis yang dihadapi Indonesia terkait gejolak harga energi gangguan pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia, yang berdampak pada APBN, subsidi BBM, dan inflasi domestik," jelasnya.
Aspek potensi dampak ekonomi kenaikan harga BBM, tekanan fiskal Sosial-Keamanan potensi konflik horizontal, hoaks sektarian, radikalisasi Politik Luar Negeri dilema posisi diplomatik, tekanan dari kekuatan blok kemanusiaan desakan solidaritas Islam, kebutuhan pengiriman bantuan.
Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia perlu memperkuat kebijakan energi nasional dengan mempercepat transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) dan memperluas impor dari negara non-Timur Tengah.
"Indonesia perlu tampil sebagai mediator netral di forum internasional seperti OKI, G20, dan PBB untuk mendorong gencatan senjata dan solusi dua negara (two-state solution). Salurkan bantuan kemanusiaan yang netral melalui mekanisme multilateral dan organisasi kemanusiaan lintas-negara," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
