Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 15.53 WIB

Kemensos Siapkan 8 Dapur Umum untuk Jamin Permakanan 4.954 Warga Korban Erupsi Lewotobi Laki-laki

Kondisi pengungsian warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Gunung yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT itu erupsi pada Selasa (17/6). (Dok. Kemensos) - Image

Kondisi pengungsian warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Gunung yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT itu erupsi pada Selasa (17/6). (Dok. Kemensos)

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) gerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada Selasa (17/6). Sebanyak delapan dapur umum telah didirikan guna menjamin kebutuhan permakanan para pengungsi. 

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dari erupsi yang terjadi. Tapi, sedikitnya 4.954 jiwa dari 1.140 kepala keluarga terdampak letusan gunung yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. 

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menuturkan, para pengungsi ini tersebar di beberapa titik. Di Pos Lapangan Kecamatan Titehena misalnya, tercatat 713 kepala keluarga (KK) atau 2.359 jiwa yang mengungsi di sana.

“Ribuan pengungsi lainnya tersebar di pos-pos mandiri di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Wulanggitang, Ilebura, Demon Pagong, Larantuka, Ile Mandiri, Lelewoma, Tanjung Bunga, serta Pulau Adonara dan Pulau Solor,” jelasnya dalam temu media di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (19/6).

Dapur umum sendiri mayoritas didirikan di wilayah Kecamatan Titehena. Diantaranya, dapur umum di Desa Konga, Bokang, Lewolaga, dan Ilegerong. Selain itu dapur umum juga didirikan di desa Kanada, Kabusama, Ibutobi, dan juga di Kabupaten Sikka.

Tak hanya dapur umum, Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik dari gudang-gudang miliknya. Total, hingga kini, nilai bantuan yang sudah dikirim mencapai Rp5,3 miliar. 

Bantuan tersebut mencakup hampir 8.980 paket makanan siap saji; 4.100 paket makanan anak; 1.000 paket family kit; serta ratusan tenda kasur, selimut, hingga sandang anak dan dewasa.

Gus Ipul, sapaan Saifullah, mengungkapkan, bantuan logistik yang dikirim ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan pengungsi selama satu minggu. Namun, dia memastikan, jika ada kekurangan akan langsung ditambah.

“Kita akan penuhi terus. Kalau kurang, kita tambah. Untuk saat ini, kebutuhan mendesak sudah bisa diatasi, dan kita terus pantau perkembangannya,” tuturnya. 

Ia memastikan proses distribusi logistik berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Penyaluran dilakukan berbasis asistensi dan evaluasi kebutuhan lapangan, bukan sekadar pengiriman barang.

“Sejauh ini tidak ada laporan kendala. Penyaluran berjalan baik karena dilakukan melalui mekanisme asistensi yang didasarkan pada koordinasi lintas pihak,” jelasnya. 

Selain itu, ia menekankan, bahwa pihaknya juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Karenanya, seluruh bantuan yang dikirim pun menyesuaikan dengan kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki “mengamuk” pada Selasa (17/6) pukul 17.35 WITA. Dalam erupsi yang terjadi, kolom abu vulkanik terekam membumbung tinggi hingga 10.000 meter dari puncak kawah. Material seperti abu, pasir, dan batuan kerikil dilaporkan jatuh hingga ke pemukiman yang berada di luar radius Kawasan Rawan Bencana (KRB), termasuk Desa Boru, Desa Hewa, dan Desa Watobuku. (mia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore