Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 23.48 WIB

Tak Tahu Kalau Pesawat Saudia Airlines Yang Ditumpangi Diteror Bom, Jamaah Haji Depok: Saya Pikir Cuma Mau Isi Bahan Bakar

Farida, 48, jamaah haji kloter 12 Debarkasi Jakarta–Bekasi yang menggunakan pesawat Saudia Airlines SV 5276 saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Rabu (18/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Farida, 48, jamaah haji kloter 12 Debarkasi Jakarta–Bekasi yang menggunakan pesawat Saudia Airlines SV 5276 saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Rabu (18/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com – Farida, 48 sempat heran ketika pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang membawa dia pulang dari tanah suci tiba lebih cepat.

Namun, dia menapati suasana di luar jendela pesawat berbeda dengan bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Tadinya, sebelum mendarat, pramugari sempat membagikan makanan. Belum selesai pembagian makanan, tiba-tiba semua makana  ditarik dan tak lama kemudian pesawat mendarat.

Dalam keheranannya, dia dann para jamaah mendapatkan instruksi untuk turun dari pesawat.

"Saya pikir mau isi bahan bakar, tapi kalo isi bahan bakar kenapa kita harus turun," katanya saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Rabu (18/6).

Setelah turun, barulah Farida tahu, bahwa pesawat yang ia tumpangi bersama 441 jamaah haji asal Depok lainnya dari kloter 12 Debarkasi Jakarta–Bekasi mendapat ancaman bom. 

Ya, Farida dan ratusan jamaah haji lainnya memang naik pesawat Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang usai mendapat ancaman bom saat melintas di udara pada Selasa (17/6).

meski ada ancaman bom, tidak ada kepanikan yang terjadi di dalam pesawat. Seluruh penumpang tetap tenang dan santai. 

Hal itu terjadi lantaran tidak ada satupun awak kabin yang menginformasikan adanya teror bom di pesawat mereka. Yang diketahui penumpang adalah mereka akan segera tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. 

"Yang didalam pesawat tidak ada yang panik, karena mereka tidak tahu," lanjut Farida, 

Saat turun, barulah dia dan para penumpang lainnya dibuat terkejut. Sejumlah mobil pemadam, serta aparat TNI/Polri lengkap dengan peralatan mereka bersiaga di sekitar pesawat.

Apalagi, pesawat diturunkan di tengah-tengah bandara, yang jauh dari pesawat lainnya. Para penumpang pun tidak diperkenankan membawa barang apapun dari pesawat.

Setibanya di bandara barulah dirinya mengetahui adanya teror bom di pesawat yang ia tumpangi. Farida bersyukur teror itu tidaklah benar-benar terjadi. "Alhamdulillah ternyata pas dicek tidak ada bom itu," katanya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore