
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (17/6).
Pertemuannya dengan Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq itu membahas mengenai masalah strategis lingkungan hidup di Jawa Barat dan Jakarta. Di antaranya daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.
Kemudian, pembahasan mengarah kepada pengembalian fungsi hutan, pengelolaan sampah, dan evaluasi tata ruang, khususnya berhubungan dengan penghapusan zona rawan bencana pada dokumen perencanaan sebelumnya.
Mendapat kunjungan dari Dedi Mulyadi, Hanif Faisol sangat terima kasih. Dia menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga untuk mengatasi sejumlah masalah lingkungan.
"Pak Gubernur berkenan berkunjung dan memberikan update tentang beberapa kegiatan yang kita lakukan bersama, termasuk skenario penanganan pemulihan kawasan Puncak. Dia juga memberikan perspektif tentang langkah-langkah kolaboratif yang akan kita ambil bersama," tutur Hanif Faisol seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (18/6).
Tak hanya itu, dia juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan sejumlah rencana pemulihan DAS Ciliwung, terutama di sisi hulu. Dia berharap hal ini bisa dilaksanakan dengan segera.
Selain pemulihan tersebut, masalah kerusakan lingkungan seperti tambang emas ilegal bisa menjadi perhatian bersama. "DAS-DAS lain juga tentu menjadi perhatian Pak gubernur untuk kita tangani bersama, tidak terkecuali kerusakan lingkungan di tempat lain seperti adanya tambang emas ilegal, yang kita diskusikan untuk kita tangani bersama," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi mengungkapkan komitmennya untuk menghidupkan kembali program pemulihan lingkungan yang telah diabaikan sebelumnya.
"Pertama, kita ingin menghidupkan air, tidak ada lagi halangan saat ia mengalir. Kedua, kita ingin menghidupkan sumber-sumber air, hutan harus kembali menjalankan fungsinya," katanya.
Ketiga, dia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus diperbaiki untuk mencegah masalah lingkungan. Dan keempat, dia mengatakan bahwa evaluasi tata ruang sangat penting.
“Karena dari keterangan Pak Menteri, sebelumnya ada penghilangan zona rawan bencana dalam dokumen tata ruang," jelas KDM.
Dia pun berharap agar keputusan yang dicapai selama pertemuan bisa diterapkan dengan segera. Tujuannya untuk mencapai kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jakarta itu keharmonisan lingkungannya dan ketenangan warganya bergantung pada Jawa Barat. Jika hulu di Jawa Barat tertata, maka Jakarta pun akan bahagia," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
