Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 23.46 WIB

Beri Kuliah Umum di Universitas Cipitra, Ahok: Pemimpin Harus Pegang Nurani, Bukan Cuma Aturan

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina di Jakarta, Kamis (13/3/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina di Jakarta, Kamis (13/3/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Kepemimpinan yang hanya mengandalkan kecerdasan tanpa nurani tak akan mampu menjawab tantangan zaman. Di era teknologi yang melaju pesat, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa pemimpin masa depan harus berpijak pada etika dan kekuatan batin. Caranya dengan memperkuat meditasi atau nilai spiritual.

"AI sehebat apapun tidak bisa mengambil keputusan yang adil dan penuh empati. Karena itu, nurani dan meditasi adalah bekal utama," ujar Ahok dalam kuliah umum bertajuk Ethical Leadership for Young Entrepreneurs di Universitas Ciputra, Senin (16/6).

Menurutnya, jabatan dan uang bisa menjadi godaan paling besar yang meruntuhkan integritas pemimpin. Kalau kepala lurus, bawahan tidak berani belok. Tapi kalau atas sudah goyah, yang di bawah pasti ikut bengkok.

Ahok mengajak generasi muda menghadapi krisis ekonomi dengan kepemimpinan yang berpihak pada kebaikan. Bukan hanya mengejar untung, tapi membangun bisnis yang menguntungkan semua pihak.

"Kalau bisnis didasari nurani, reputasi akan menyusul. Dan itu yang membuatnya bertahan jangka panjang," tegasnya.

Dia juga mendorong manajemen anggaran yang efisien dengan pendekatan money follow function, memanfaatkan digitalisasi, dan menjunjung meritokrasi. Namun, dia mengingatkan, tak semua hal bisa digantikan oleh sistem otomatis. 

"AI bisa hitung data, tapi tidak bisa putuskan siapa yang layak dibantu," ucapnya.

Kuliah umum ini diapresiasi oleh Dr. Astrid S.T., M.M., Vice Rector for Entrepreneurship, Academic, and Research Universitas Ciputra. Menurutnya, Ahok hadir sebagai contoh nyata kepemimpinan berani, jujur, dan membumi.

"Generasi Z butuh sosok seperti beliau, yang inspiratif bukan hanya lewat kata-kata, tapi lewat sikap hidup," kata Astrid.

Ahok menutup sesi dengan satu pesan penting: nama baik di atas segalanya. Menurutnya, orang paling miskin itu bukan yang tak punya uang, tapi yang selalu merasa kurang. "Kalau hidup punya cukup, kenapa harus curang?" tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore