
Ilustrasi meteor raksasa. (Pexels)
JawaPos.com–Apa yang terjadi jika meteor raksasa sebesar 4 kali Gunung Everest menabrak bumi?
Mengutip dari The Harvard Gazette, sekitar 3,26 miliar tahun lalu, sebuah meteorit berukuran empat kali Gunung Everest menghantam Bumi, memicu tsunami raksasa dan mengubah kondisi atmosfer serta lautan.
Bukti tabrakan purba ini ditemukan di Barberton Greenstone Belt, Afrika Selatan, dan tengah diteliti oleh ahli geologi Nadja Drabon dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet Harvard.
“Bayangkan Anda berdiri di lepas pantai Cape Cod, di perairan dangkal yang tenang. Tiba-tiba, tsunami besar datang dan mengoyak dasar laut,” kata Drabon.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, tim Drabon menemukan, meteorit bernama “S2” yang memicu tsunami besar yang mencampur isi laut dan membawa puing-puing dari daratan ke wilayah pesisir.
Panas dari tumbukan menyebabkan lapisan atas laut mendidih dan memanaskan atmosfer. Atmosfer lalu tertutup debu tebal, yang menghentikan sementara aktivitas fotosintesis.
Hingga beberapa ribu tahun kemudian terbentuk lapisan sedimen kaya zat besi dan pertumbuhan massal mikroorganisme.
Bakteri mampu bertahan, dan tak lama setelah tumbukan, terjadi lonjakan populasi mikroorganisme uniseluler yang bergantung pada fosfor dan zat besi.
Zat besi kemungkinan besar berasal dari laut dalam yang teraduk tsunami, sedangkan fosfor datang dari meteor itu sendiri dan meningkatnya pelapukan di darat.
Drabon mencatat bahwa bakteri pemakan besi berkembang pesat setelah tumbukan, “Kami menganggap peristiwa tumbukan sebagai bencana bagi kehidupan”.
“Namun studi ini menunjukkan bahwa tumbukan seperti ini justru membawa manfaat bagi kehidupan, khususnya pada masa-masa awal, dan mungkin memungkinkan kehidupan untuk berkembang.”
Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa sampel batuan dari wilayah Barberton, sentimeter demi sentimeter.
Tanda-tanda kimia dan lapisan sedimen membantu tim Drabon menyusun kembali peristiwa besar tersebut.
Wilayah Barberton Greenstone Belt menyimpan setidaknya delapan jejak tumbukan meteorit, termasuk S2. Drabon dan timnya berencana melanjutkan penelitian di kawasan ini.
***

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
