Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 17.49 WIB

Viral di Medsos Video Diduga Penanganan Amunisi Bekas Dikerjakan Kurang Profesional, Digetok Palu dan Pahat

Tangkapan layar video viral penanganan bahan peledak dikerjakan kurang profesional dan tampak bukan dilakukan oleh TNI. (Istimewa) - Image

Tangkapan layar video viral penanganan bahan peledak dikerjakan kurang profesional dan tampak bukan dilakukan oleh TNI. (Istimewa)

JawaPos.com - Ledakan dahsyat terjadi saat pemusnahan amunisi bekas yang dilakukan di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (13/5). Kejadian tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Insiden itu terjadi saat kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai oleh jajaran Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI Angkatan Darat.

Menyusul kejadian tersebut, yang diduga akibat kelalaian prosedur penanganan dan pemusnahan amunisi, viral di media sosial (medsos) beredar video yang seolah mengonfirmasi rumor demikian. Terlihat bahan peledak ditangani secara tidak semestinya.

Dalam video terlihat beberapa orang berkumpul di bawah tenda militer. Terkonfirmasi bahwa kejadian di video tersebut di Indonesia, didengar dari logat bahasa sunda orang-orang dalam video dan terlihat adanya karung bertuliskan 'Beras Bulog'.

Dalam video terlihat amunisi, seperti rudal atau peluru berukuran besar, dimusnahkan dengan cara yang tampak tidak sesuai SOP keselamatan. Bahan peledak tersebut digetok pakai palu dan pahat dengan cara asal-asalan.

Selain itu, terlihat orang-orang dalam video tampaknya bukan anggota TNI, atau mereka yang memang kompeten dalam bidang penanganan bahan peledak. Hal tersebut dilihat dari pakaian yang dikenakan tidak ada unsur perlindungan dan penampilan orang-orang dalam video terlihat seperti warga biasa, ada juga pria yang memakai anting.

Peluru berkaliber besar digetok menggunakan palu dan pahat dengan kasar pada bagian yang tampaknya vital. Ada juga pekerja yang mengerjakan kegiatan tersebut terlihat tidak pakai baju. Tidak safety sama sekali untuk mereka yang berurusan dengan bahan peledak.

Masih dalam frame yang sama, terlihat video bagian lainnya yang memperlihatkan bahan peledak ditangani dengan cara dipress biasa. Untuk aspek keselamatan, hanya terlihat tiga buah tabung APAR di ujung tenda.

"Proses Pembongkaran bahan peledak Sebelum kejadian ledakan dahsyat," demikian narasi yang diberikan pada video tersebut.

Hal tersebut langsung mengundang perhatian netizen. Kini, video yang tampak beririsan dengan kejadian ledakan di Garut itu banyak dibagikan ulang di media sosial, baik di Facebook, Instagram dan X.

Banyak dari netizen menilai bahwa hal tersebut merupakan kelalaian TNI AD, walaupun pihak TNI AD sudah membantah bahwa penanganan amunisi sisa sudah dilakukan sesuai prosedur.

"Mainin lodong (meriam bambu) aja kudu jauh2 kl ga mau alis keriting, lah ini mesiu diketok2 cem kaleng krupuk," komentar pengguna X dengan akun @Tude_aja.

Selain itu, banyak dari komentar netizen juga menyayangkan hal tersebut. Keheranan? Sudah pasti, kok bisa kerumunan yang tampaknya bukan anggota TNI menangani bahan peledak sisa yang jelas-jelas berbahaya.

"sudah jelas kehancuran. toh bukan dikerjakan oleh profesional. safety nya nihil, kerja nya serampangan. inilah wajah militer yang katanya terkuat di asia itu. kalau yg ngurus logistik beginian aja asal2. terlalu fokus ngurus jagung kah?" komentar netizen X dengan akun @denuk1911.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore