Perhelatan 2nd Innovation Summit Southest Asia and Premier Launch of The 2025 Trade Barrier Index di Jakarta, Selasa (6/5). (Foto: Nuru Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Indonesia menduduki peringkat ke-122 dalam Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barrier Index 2025 yang dirilis oleh Organisasi pendidikan asal Washington D.C, Amerika Serikat, Tholos Foundation, pada Selasa (6/5).
Dalam data yang dirilis, Indonesia menjadi negara terendah daripada negara tetangga Singapura yang berada diposisi nomor 2. Kemudian disusul oleh Jepang peringkat ke-5, Australia ke-7, Filipina ke-116.
Selanjutnya, Vietnam yang berada di posisi ke-117, Thailand ke-118, dan India menduduki peringkat ke-120. Adapun peringkat pertama telah diduduki oleh Hong Kong.
"Memang Indonesia berada di peringkat terakhir, tapi justru ini menunjukkan potensi yang luar biasa. Ada harapan besar terhadap pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto. Apalagi saat ini banyak perusahaan di AS dan Eropa yang tengah mencari alternatif rantai pasok di kawasan Asia. Common sense reform dapat membawa Indonesia melompat menuju era baru," kata Analis Kebijakan Tholos Foundation, Phillip Thompson dalam acara 2nd Innovation Summit Southest Asia and Premier Launch of The 2025 Trade Barrier Index di Jakarta, Selasa (6/5).
Untuk diketahui, TBI sendiri merupakan indeks global yang membandingkan tingkat keterbukaan dan hambatan perdagangan antarnegara. Indeks ini mengukur hambatan perdagangan langsung dan tidak langsung terhadap 122 negara yang mempengaruhi 97 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global dan 80 perse populasi dunia.
Adapun hambatan yang dinilai Tholos Foundation mencakup hambatan nontarif, pembatasan layanan, serta hambatan pada fasilitasi hingga kinerja logistik, dan hak milik.
Sedangkan hambatan tidak langsung terkait kinerja logistik, hak cipta, pembatasan perdagangan digital dan keanggotaan dalam Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA).
"Jadi, dalam hal tarif, Indonesia memiliki tarif rata-rata yang relatif tinggi. Jumlah lini tarif yang bebas bea rendah, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Pembatasan layanan menjadi yang paling tinggi. Ini adalah cara bisnis asing dapat berpartisipasi dalam industri tertentu,” ujarnya.
Dalam peluncuran TBI 2025 juga mengangkat case study kontroversi pelarangan penjualan Apple iPhone 16 di Indonesia. Dalam konteks ini, salah satu yang disoroti adalah masih adanya hambatan perdagangan yang kaku dan terlalu membatasi, khususnya persyaratan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau Local Content Requirement (LCR).
"Kontroversi iPhone 16 baru-baru ini adalah contoh yang jelas daripada menarik investasi yang lebih besar, penegakan LCR yang kaku di Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan produksi dan ketidakpastian peraturannya. Hal itu berpotensi menghalangi jenis kemitraan dan peningkatan yang dibutuhkan negara," bebernya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Carmelo Ferlito, CEO Center for Market Educatio (CME) sekaligus pengajar di Universitas Prasetiya Mulya mengatakan fi tengah hiruk-pikuk ketegangan perdagangan dan geopolitik, Presiden Prabowo menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi yang kompetitif.
"Beliau menekankan pentingnya kemudahan berusaha dan penyederhanaan birokrasi & regulasi yang selama ini membebani pelaku usaha. Pesan ini sangat sejalan dengan misi kami, mendorong perdagangan yang lebih terbuka, arus investasi, serta inovasi," ujar Carmelo.
"Ketiganya, jika dipadukan, akan menjadi resep untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dan mengelurkan Indonesia dari middle income trap,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
