Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 02.06 WIB

Mencuat Isu TNI Masuk Kampus, Mabes TNI Ingatkan Kembali Sistem Pertahanan Rakyat Semesta, Termasuk Mahasiswa

Dari kiri ke kanan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Kristomei Sianturi, Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Wadanpuspomad) Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, Karo Penmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu And - Image

Dari kiri ke kanan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Kristomei Sianturi, Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Wadanpuspomad) Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, Karo Penmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu And

JawaPos.com - Isu TNI masuk kampus mendapat respons tegas dari Mabes TNI. Mereka mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki sistem pertahanan yang berbeda dengan negara lain. Yakni Sistem Pertahanan Rakyat Semesta atau Sishankamrata. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa sistem pertahanan tersebut turut menyangkut mahasiswa. Dia menilai akan berbahaya bila TNI jauh dari mahasiswa atau jauh dari rakyat. Kondisi seperti itu bisa mengancam sistem pertahanan yang sudah ada sejak lama. 

”Kalau TNI sudah jauh dengan rakyat, TNI jauh dengan mahasiswa, nggak bisa berlaku sishankamrata nanti,” ujarnya kepada awak media di Jakarta pada Kamis (24/4). 

Kristomei menyampaikan bahwa kedatangan bintara pembina desa (babinsa) ke kampus bukan dalam rangka memata-matai atau mengintimidasi. Sebaliknya, babinsa menjalankan tugasnya untuk membina dan melakukan monitoring di wilayah tugasnya. 

”Babinsa di situ bertugas tidak untuk memata-matai atau tidak untuk mengintimidasi kegiatan kampus. Tugas babinsa adalah memonitoring wilayah, sehingga dia bisa menyiapkan kantong-kantong perlawanan apabila terjadi perang semesta, perang gerilya, atau perang berlarut,” jelasnya. 

Karena itu, lanjut dia, mereka mendata jumlah mahasiswa perempuan, mahasiswa laki-laki. Kemudian fasilitas yang tersedia seperti bengkel yang mungkin dapat dijadikan sebagai lokasi perbaikan senjata. Juga mencari tahu keahlian masing-masing orang di wilayah mereka. 

”Dimana ada ahli yang memang ahli mesiu, seorang babinsa harus bisa menguasai itu. Sehingga dia memonitoring wilayah, sehingga apabila terjadi perang gerilya atau perang berlarut, tidak aneh lagi dan masyarakat sudah kenal, ini lho babinsanya,” terang dia. 

Untuk itu, Kristomei menekankan bahwa isu miring soal TNI masuk kampus harus diklarifikasi. Tidak boleh terus dibiarkan. Apalagi sampai membenturkan mahasiswa dengan TNI. Sebab, akan sangat berbahaya bila kondisi itu terjadi. Dia tegas menyebut, TNI bersama mahasiswa dan rakyat harus bersatu.

”Menurut saya narasi miring tadi harus diluruskan bersama, bahwa cuma ngobrol dibilang memata-matai, besok-besok kami makan di kampus UI saja dibilang mata-mata. Kayak saya jemput anak kuliah dibilang memata-matai, ya jangan lah,” tandasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore