Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 17.10 WIB

Sistem Acak Soal Diterapkan untuk Mencegah Kecurangan

Ilustrasi siswa yang sedang berdoa sebelum mengerjakan ujian masuk perguruan tinggi . (Istimewa) - Image

Ilustrasi siswa yang sedang berdoa sebelum mengerjakan ujian masuk perguruan tinggi . (Istimewa)

JawaPos.com - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 memastikan telah menyiapkan skenario-skenario mengantisipasi risiko kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025. Salah satunya, menyiapkan beberapa kelompok soal untuk masing-masing subtes yang akan dikerjakan calon peserta saat Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) nantinya.

Koordinator Call Center, Helpdesk, dan Frontdesk Panitia SNPMB 2025 Badru Zaman menyampaikan, pihaknya menyiapkan tujuh subtes untuk para peserta SNBT. Dari tujuh subtes tersebut kemudian diberikan secara acak oleh sistem pada para peserta. Sehingga, tiap peserta akan mengerjakan soal UTBK yang berbeda-beda.

“Jadi tidak akan sama. Sudah diacak oleh sistem dan diatur sedemikian rupa agar masing-masing siswa urutannya berbeda,” tuturnya dikutip Kamis (3/4).

Bahkan, lanjut dia, pihaknya pun membuat skenario agar di tiap sesi soalnya berbeda meski di hari yang sama. “Tiap hari pun (soalnya, red) berbeda. Itu kita sudah ada mekanisme pencegahan segala macemlah,” tegasnya. Sehingga, dipastikan tak akan ada istilah soal bocor.

Lebih lanjut, Badrus menjelaskan, bahwa nantinya soal-soal UTBK akan disajikan dengan sistem block time. Artinya, peserta harus menyelesaikan block time tersebut terlebih dahulu sebelum akhirnya berpindah ke soal tes berikutnya. Nah, yang perlu dicermati, jika sudah maju ke tes peserta tidak bisa kembali ke subtes yang sebelumnya.

Merujuk dari laman SNPMB, materi tes UTBK SNBT 2025 nantinya terdiri dari dua komponen besar. Yakni, Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Total jumlah soal dari dua komponen tersebut adalah 160 soal.

TPS sendiri merupakan tes yang didesain untuk menguji kemampuan berfikir atau bernalar calon mahasiswa baru. Ada 90 soal yang terdiri dari soal terkait penalaran umum; pengetahuan dan pemahaman umum; pemahaman bacaan dan menulis; serta pengetahuan kuantitatif dalam TPS ini yang harus dikerjakan dalam waktu 90 menit.

Nah, ketika ini dikerjakan dengan sistem block time, maka ketika berada di sesi TPS ini, peserta harus menyelesaikan soal penalaran umum yang terdiri dari penalaran induktif: 10 soal, 10 menit; penalaran deduktif: 10 soal, 10 menit, dan penalaran kuantitatif: 10 soal, 10 menit; sebelum berpindah ke soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum dan seterusnya.

Kemudian, untuk Tes Literasi, siswa akan diuji kemampuan menulis dan membacanya; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; serta kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Tes ini terdiri dari tiga komponen, yaitu literasi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika.

Untuk literasi dalam Bahasa Indonesia disediakan 30 soal dan waktu 42,5 menit untuk menyelesaikannya. Sementara, untuk literasi dalam Bahasa Inggris terdiri dari 20 soal dan waktu 20 menit, sedangkan penalaran Matematika sebanyak 20 soal dan waktu pengerjaan 42,5 menit.

Badrus mewanti-wanti agar calon peserta tidak melakukan kecurangan. Sebab, segala upaya untuk melakukan kecurangan akan dicatat oleh pengawas dan berujung diskualifikasi. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore