Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Maret 2025 | 23.45 WIB

4,7 Juta Orang Pergi ke Kampung Halaman Pakai Pesawat, Berikut Ini Daftar Bandara Tersibuk Selama Momen Arus Mudik 2025

 
 

\Sejumlah penumpang mengantri di counter check-in Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (28/3/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemudik dengan menggunakan pesawat udara tercatat meningkat pada arus mudik Lebaran 2025. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat jumlah pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara pada arus mudik atau periode 21 - 30 Maret 2025 secara kumulatif tercatat sekitar 4,7 juta penumpang.

Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menyampaikan selama arus mudik pihaknya mengedepankan manajemen trafik. Salah satunya dengan memastikan tidak adanya penumpukan penumpang pesawat di terminal meskipun lalu lintas penerbangan cukup tinggi.

Pihaknya menyebut, ada 5 bandara tersibuk pada arus mudik adalah Soekarno-Hatta Tangerang (1,56 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai Bali (554 ribu), Juanda Surabaya (416 ribu), Sultan Hasanuddin Makassar (295 ribu) dan Kualanamu Deli Serdang (228 ribu). 

Bahkan, pada hari pertama Idul Fitri yakni 31 Maret 2025, jumlah penumpang di seluruh bandara InJourney Airports diperkirakan sebanyak 377 ribu penumpang. 

“Jumlah penumpang pada hari pertama dan hari kedua Idul Fitri sedikit melandai dibandingkan dengan pada arus mudik. Kami memperkirakan jumlah penumpang akan mulai meningkat pada Rabu, 2 April 2025, saat dimulainya arus balik,” ujar Faik Fahmi dalam keterangannya, Senin (31/3).

Sementara itu, Direktur Operasi InJourney Airports Wendo Asrul Rose memaparkan pada arus mudik 21 - 30 Maret 2025, jumlah pergerakan pesawat di 37 bandara tercatat 35.103 penerbangan. 

“Jumlah penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai yang dilayani di bandara InJourney Airports pada arus mudik total mencapai 1.529 extra flight," jelas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengungkapkan paling banyak permintaan extra flight atau tambahan penerbangan berasal dari maskapai Lion Group. Namun, Direktur Bandar Udara Ditjen Hubud, Lukman F Laisa menyampaikan bahwa realisasi extra flight tidak sebanyak apa yang diminta.

Ia menyebut, khusus di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, saja realisasinya hanya sebesar 30 persen untuk semua maskapai. "Kalau kita setujui, ya setujui (permintaan extra flight). Tapi aktualnya kan digunakan tidak sebanyak apa yang diminta," kata Lukman F Laisa saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (27/3).

"Extra flight paling banyak Lion Group, tapi realisasi keseluruhannya sebesar 30 persen dari semua airline," sambungnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore