
ILUSTRASI: Warga beraktivitas saat banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Senin (16/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Jawa{ps/cp, – Masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya ancaman banjir pesisir atau rob di wilayah sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta hingga pantura. Potensi ini diprediksi terjadi mulai hari ini (28/3).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, ancaman rob ini diperkirakan mulai 28 Maret hingga 1 April 2025. Selain itu, hujan ringan diprediksi mengguyur Jakarta dengan intensitas ringan. “Untuk hujan, hujan ringan, prediksi BMKG,” ujarnya usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Penanganan Terintegrasi PRB Banjir Jabodetabek, di Kantor Kemenko PMK, Kamis (27/3).
BNPB pun telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait kondisi ini. Sejumlah langkah antisipasi pun dipastikan siap dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem di wilayah Jakarta pada saat libur Lebaran.
Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada 28 Maret 2025. Bertepatan dengan puncak mudik.
Dalam menyikappi hal ini, kata dia, pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat untuk melakukan rekayasa cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Modifikasi cuaca ini dilaksanakan mulai 27-30 Maret 2025.
“Untuk Jawa Barat bekerja sama dengan TNI, terbang siang. Untuk BNPB terbang malam,” jelasnya. Selanjutnya, untuk wilayah Banten diprediksi akan mengalami hujan ringan. Sehingga, tak diperlukan adanya OMC.
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah daerah diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan selama periode lebaran ini. “Untuk bencana di Provinsi Banten dan Lampung kami mencatat, untuk Banten meskipun tidak bisa diprediksi, namun harus diwaspadai bencana gempa, tahun 2022 gempa di Pandeglang. Kemudian Gunung Anak Krakatau dua tahun ini kondusif, tapi kami ingatkan tahun 2022 dan 2023 sempat aktif,” ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam rangka libur lebaran kali ini, personel BNPB dan BPBD pun telah menerjunkan tim untuk bersiaga membantu jika ada keadaan darurat di sejumlah titik yang dilalui para pemudik. “Ada pos gabungan BNPB, BPBD, TNI dan Polri. Lengkap ada logistik, tempat istirahat dan dilengkapi peralatan penanggulangan bencana. Apabila terjadi bencana bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan cepat,” tuturnya.
Keterlibatan TNI dan Polri di kondisi bencana merupakan salah satu upaya mempercepat penanganan di lokasi bencana, karena selain kekuatan dari BNPB dan BPBD, keberadaan personel TNI dan Polri di daerah dapat menambah kemampuan pemerintah dalam melaksanakan penyelamatan masyarakat, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. “Kita punya MoU dengan Panglima dan Kapolri, ketika ada bencana tentu saja kekuatan di lapangan di samping BNPB dan BPBD ada unsur TNI Polri bisa bergerak secara cepat,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, pemerintah akan membentuk Tim Perumus Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Banjir Jabodetabek 2025-2027 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Keputusan ini diambil menyusul adanya banjir besar yang menimpa kawasan Jabodetabek baru-baru ini.
Pratikno menegaskan, bahwa tim ini akan bertugas untuk merumuskan strategi penanganan banjir secara lebih sinergis dan komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir. Tim juga akan memastikan pelaksanaan aksi di lapangan berjalan efektif.
“Tim ini juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang disusun. Ini upaya kita untuk menangani banjir secara komprehensif, sinergis, sekaligus sistematis,” ungkapnya.
Tim ini nantinya diketuai oleh Wamen Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti. Anggotanya terdiri dari eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah mulai dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
“Tim tersebut akan menyusun Rencana Aksi PRB Banjir Jabodetabek 2025-2027, yang nantinya akan diajukan menjadi Instruksi Presiden (Inpres) guna memastikan pelaksanaan yang lebih terarah dan terintegrasi,” paparnya. Langkah ini, disebutnya sebagai langkah strategis untuk mencegah bencana banjir terus berulang setiap tahun.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menambahkan, potensi banjir pesisir ini juga dapat terjadi di wilayah pantai utara Jawa (Pantura) pada saat libur Lebaran. Karenanya, masyarakat di wilayah sekitar dan yang tengah mudik diminta waspada.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
